DPRD Kepri Siapkan Dua Langkah Atasi Krisis Air di Bintan dan Tanjungpinang, Target 2028 Tuntas
Septyan Mulia Rohman March 31, 2026 09:07 PM

TRIBUNBATAM.id, KEPRI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kepulauan Riau (DPRD Kepri) siapkan langkah strategis untuk menanggulangi krisis air bersih yang melanda Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Anggota Legislatif ingin masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih. 

Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, masyarakat masih akan menghadapi masa kritis kekeringan selama dua pekan ke depan.

"Curah hujan akan kembali normal pada pertengahan April 2026 mendapatkan," kata Rudy,  Selasa (31/3/2026).

Kondisi ini mendorong pihaknya untuk segera menyiapkan langkah penanganan jangka pendek guna memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

”Kami mencoba mencari solusi jangka pendek,” kata dia.

Sebagai solusi awal, pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaku usaha kendaraan tangki air yang menjual air secara komersial. 

Koordinasi tersebut mencakup pembahasan terkait ketersediaan pasokan air hingga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional distribusi air ke masyarakat.

”Kami coba cari suatu yang tidak menyalahi aturan yang ada,” kata dia

Rudy mengaku, sudah melakukan pertemuan teknis lanjutan dengan pengelola mobil tangki. 

Ada dua solusi untuk membantu kelancaran distribusi air.

Pertama, terkait kesulitan pengisian BBM (baik untuk batas maksimal pengisian di SPBU maupun untuk mengisi BBM di mesin pompa/mesin robin).

Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Pemda , Pertamina Kepri  dan Hiswana Migas Kepri disepakati akan memberikan izin khusus pengisian BBM Mobil tangki air (termasuk pengisian BBM mesin pompa).

Kedua, terkait lokasi sumber air baru. Untuk itu diharapkan para pemilik/pengelola tangki air yang ingin mendapatkan dispensasi pengisian BBM dan lokasi sumber air baru dapat menghubungi no hp 0817319885.

Selain langkah jangka pendek, Rudy Chua juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui percepatan interkoneksi Waduk Kawal.

Pada tahun 2026, pembangunan jaringan pipa sepanjang lima kilometer mulai dilaksanakan dan akan dilanjutkan hingga mencapai total 21 kilometer pada tahun berikutnya.

Rudy Chua menargetkan, pada tahun 2028 permasalahan air bersih di Pulau Bintan dapat teratasi secara menyeluruh. Program tersebut diharapkan mampu menjangkau sekitar 10 ribu pelanggan baru yang akan mendapatkan akses air bersih.

”Permasalahan air ini paling tidak di 2028 itu sudah tuntas,” akunya.

Ia menegaskan, pembangunan jaringan pipa harus diimbangi dengan kesiapan Instalasi Pengolahan Air (IPA) agar sistem dapat langsung berfungsi optimal saat selesai dibangun.

Upaya ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menghadapi potensi krisis air di masa mendatang.

”Kita hindari jangan sampai pipanya sudah siap nanti menunggu IPA-nya lagi,” pungkasnya. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.