Pembobol Toko Emas Anggota DPRD Natuna Ternyata Orang Dekat Korban, Sering Dibantu Modal
Septyan Mulia Rohman March 31, 2026 09:07 PM


TRIBUNBATAM.id, NATUNA
- Di balik kasus pembobolan Toko Mas Safari di Jalan Datuk Kaya Wan Mohamad Rasyid, Kelurahan Ranai Kota, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tersimpan kisah yang tak hanya soal kerugian miliaran Rupiah, tetapi juga tentang kepercayaan.

Peristiwa pembobolan itu terjadi pada awal Maret lalu, tepatnya Senin (2/3/2026) dini hari. 

Pelaku seorang pria paruh baya berinisial Ds, yang kini telah diamankan Polres Natuna, ternyata bukanlah orang asing bagi korban.

Ia adalah sosok yang selama ini dikenal dekat oleh pemilik toko, Ahmad Sapuari yang juga merupakan anggota DPRD Natuna.

Bahkan pelaku kerap dibantu secara finansial oleh korban.

“Dia itu bukan orang lain bagi saya. Sudah sering kami bantu sejak 2022, baik untuk modal usaha maupun kebutuhan lainnya,” ujar Sapuari kepada TribunBatam.id.

Selama ini, Ds diketahui pernah mencoba berbagai usaha kecil.

Mulai dari berjualan sepatu, pakaian, hingga berdagang keliling maupun di kawasan Pasar Lama Ranai.

Di mata korban, pelaku adalah orang yang berjuang mencari penghidupan, sehingga tak sedikit bantuan yang diberikan.

Namun, hubungan baik itu perlahan berubah.

Sapuari mengatakan, menjelang Ramadan pelaku sempat kembali datang padanya untuk meminta bantuan modal.

Namun kali itu, permintaan korban tidak dikabulkan.

“Sebelum puasa dia sempat datang lagi minta bantu modal. Tapi saya tak kasih, karena sudah terlalu sering dibantu dan beberapa kali tidak jujur,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, bantuan yang diberikan selama ini tidak selalu digunakan sebagaimana mestinya.

Modal yang diberikan itu kadang tidak dipakai untuk usaha, tapi untuk hal negatif.

Keputusan itu, diduga menjadi titik balik. Sapuari menduga ada rasa kecewa atau sakit hati yang akhirnya mendorong DS nekat melakukan pencurian.

Korban mengaku, sebelum kejadian tidak ada firasat apa pun.

Namun setelah toko dibobol, justru naluri keluarga yang mulai berbicara.

“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Tapi setelah kejadian, istri saya merasa ada yang janggal dan langsung curiga ke DS ini,” ungkapnya.

Kecurigaan itu kemudian diperkuat setelah rekaman CCTV diperiksa.

Dari situlah terungkap sosok pelaku yang ternyata adalah orang yang sudah lama dikenal.

Dalam aksi yang berlangsung hanya dalam hitungan menit itu, sekitar 40 persen isi toko berhasil dibawa kabur.

Perhiasan emas berbagai jenis muali dari cincin, gelang, kalung, antin, hingga emas batangan dan sejumlah mata uang ringgit raib.

Totalnya emas yang dibawa kabur pun diperkirakan mencapai hampir 2 kilogram 

“Kalau dihitung harga emas sekarang kerugiannya sekitar Rp3,8 miliar. Hampir Rp4 miliar,” ujarnya.

Bagi Sapuari, kasus ini bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menyangkut kepercayaan yang selama ini ia berikan.

“Yang jadi beban pikiran sekarang bukan cuma soal uang, tapi barang itu belum sepenuhnya ditemukan. Dan yang lebih berat lagi, ini dilakukan orang yang kita pernah saya bantu,” ucapnya

Ia mengaku tidak menyangka orang yang selama ini dibantu justru tega melakukan aksi pencurian.

“Padahal sudah sering kita bantu, tapi begini balasnya. Jadi memang ada rasa tak percaya dan kecewa,” ungkapnya.

Ds sendiri diketahui merupakan perantau yang telah lama tinggal di Natuna dan bahkan telah berkeluarga di sana.

“Dia orang luar, tapi sudah lama di Natuna, sudah menikah juga sama orang sini,” tambahnya. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.