Tidak Lagi Produksi Versi Lama, LAI Hadirkan Museum Alkitab dan Sosialisasi Edisi Kedua di Mimika
Marius Frisson Yewun March 31, 2026 06:12 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Lembaga Alkitab Indonesia menyelenggarakan Pekan Alkitab Mimika di Sekolah Kristen Kalam Kudus, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (31/3/2026). 

Kegiatan pekan Alkitab akan berlangsung hingga awal April 2026.

Kegiatan ini mengusung tema Menginspirasi Budaya Digital dengan Firman Allah berlandaskan pada nats Firman Tuhan Yohanes 1:14.

Perwakilan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) wilayah Papua, Melvi Alfons, menyampaikan perkembangan persiapan kegiatan Pekan Alkitab yang akan berlangsung hingga 2 April 2026.

Dalam keterangannya, Melvi menyampaikan apresiasi kepada ketua panitia dan seluruh tim yang telah bekerja keras hingga kegiatan tersebut dapat dimulai.

Baca juga: Jelajahi Sejarah Papua, 600 Pelajar Jayapura Masuk ke Museum Waktu di PYCH

“Kami terus berkoordinasi dan mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan sampai puncaknya pada 2 April 2026. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Alkitab Indonesia dengan Sekolah Kristen Kalam Kudus dalam menghadirkan kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat melalui event bertajuk Pekan Alkitab.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong umat semakin dekat dengan firman Tuhan melalui berbagai metode kreatif, tidak hanya melalui khotbah di mimbar, tetapi juga melalui kegiatan interaktif yang melibatkan semua kalangan.

“Melalui berbagai kegiatan, baik untuk anak-anak, pemuda, hingga orang tua, kami ingin firman Tuhan semakin hidup dan hadir dalam keseharian umat,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM, tapi Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua yang telah diterbitkan beberapa tahun terakhir. Menurut Melvi, proses transisi penggunaan edisi terbaru ini masih menjadi tantangan bagi sejumlah gereja.

“Kami ingin menjelaskan alasan pembaruan terjemahan ini melalui seminar yang akan digelar, sehingga para pemimpin gereja dan jemaat dapat memahami perubahan yang ada,” tambahnya.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan Pekan Alkitab, di antaranya seminar, lomba cerdas cermat Alkitab, lomba mewarnai untuk anak TK dan SD, hingga storytelling Alkitab.

Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan pameran koleksi Museum Alkitab yang dapat dikunjungi masyarakat secara gratis selama tiga hari.

Baca juga: LBH Papua Tuding Polda Lakukan Pembiaran, Kasus Penembakan Mahasiswa Ebenius Tabuni Mandek

Melvi juga menyoroti tantangan distribusi Alkitab di daerah pelosok Papua yang masih terbatas karena faktor geografis dan ekonomi. Ia mengajak masyarakat yang memiliki akses lebih baik untuk bersyukur dan memanfaatkan firman Tuhan dengan maksimal.

Di akhir penyampaiannya, Melvi menegaskan bahwa ke depan Lembaga Alkitab Indonesia tidak lagi memproduksi Alkitab Terjemahan Baru versi lama, dan akan sepenuhnya beralih ke edisi kedua.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi berkat bagi masyarakat dan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap firman Tuhan,” pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.