Bupati Mas Dhito Cek Progres Rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri, Progres 68 Persen
Sri Wahyuni March 31, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan mengecek progres pembangunan gedung Pemerintahan Kabupaten Kediri yang direhab akibat aksi pembakaran oleh massa pada kerusuhan Agustus 2025. 

Mas Dhito menyebut proses pembangunan gedung perkantoran tersebut masih terus berjalan.

Setelah melakukan pengecekan langsung dan melihat ruangan dalam gedung pihaknya menilai pekerjaan yang dilakukan cukup baik.

"Ini masih 68 persen jadi masih (progres-red) tersisa 32 persen," kata Mas Dhito usai mengecek Kantor Bupati/Wakil Bupati di dalam komplek Kantor Pemerintahan tersebut, Selasa (31/3/2026).

Didampingi Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri Irwan Candra Wahyu Purnama usai mengecek Kantor Bupati/Wakil Bupati, pengecekan dilanjutkan ke Gedung Sekretariat Daerah.

Gedung di komplek perkantoran yang direhab tersebut secara struktur bangunan tidak banyak berubah.

Mas Dhito melihat pekerjaan yang dilakukan cukup cepat dan diharapkan dapat selesai sesuai target sehingga kembali dapat ditempati.

Berkaca dari kejadian aksi anarkis yang menghanguskan gedung di Komplek Kantor Pemkab Kediri tersebut, bangunan yang direhab kini dilengkapi sistem pengamanan yang memadai seperti pendeteksi api.

"Ada beberapa hal yang diperhatikan, salah satunya faktor pengamanan, seperti emergency exit dan sistem pemadam, kemarin yang belum ada itu sistem pemadamnya," ungkap Mas Dhito.

Baca juga: Puluhan Tahun Berdiri di Lahan Warga, Polsek Sumbergempol dan Ngantru Mulai Dibangun di Lokasi Baru

Meski dilengkapi sistem pengamanan yang memadai, Mas Dhito berharap kejadian yang tidak diinginkan tidak kembali terjadi.

Selain melakukan pekerjaan rehab gedung Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, pelaksana proyek yang sama juga mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Plosoklaten.

Mas Dhito berharap proses pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat selesai sesuai target.

Untuk mengejar pekerjaan penambahan pekerja pun bakal dilakukan dari 524 pekerja yang ada saat ini akan ditambah menjadi 800 pekerja. 

"Semoga tahun ini (anak-anak yang masih menempati gedung sementara di Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) ASN milik Pemkab Kediri di Tarokan-red) bisa pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten," pungkas Mas Dhito.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.