UMKM Kalsel: Renyah dan Gurih, Rengginang Singkong KWT Kamboja Putih Dipasarkan ke Luar Daerah
Hari Widodo March 31, 2026 06:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN- Inovasi pangan lokal di Kabupaten Tanahbumbu kini semakin menunjukkan eksistensinya di kancah nasional melalui kreativitas UMKM  Kelompok Wanita Tani (KWT) Kamboja Putih. 

Berlokasi di Kecamatan Mantewe, kelompok ini berhasil menyulap singkong menjadi rengginang gurih yang kini menjadi buruan para pencinta kuliner.

Produk unik ini lahir dari semangat diversifikasi pangan sekaligus solusi cerdas bagi masyarakat yang menghindari konsumsi ketan karena alasan kesehatan.

Ketua UMKM KWT Kamboja Putih, Rina, mengungkapkan bahwa pemilihan singkong sebagai bahan baku utama didasari oleh melimpahnya stok dari petani lokal di wilayah Mantewe. 

Baca juga: UMKM Kalsel- Kebab dan Burger Premium Jadi Menu Favorit di Toko Kuliner di Balangan Ini

Selama ini, harga singkong segar di tingkat petani tergolong sangat murah, sehingga pengolahan menjadi rengginang memberikan nilai tambah yang signifikan secara ekonomi.

Keunggulan utamanya terletak pada tekstur yang jauh lebih renyah dan rasa gurih yang khas dibandingkan rengginang berbahan dasar beras ketan pada umumnya.

"Keunggulan rengginang singkong ini adalah rasa yang lebih renyah dan gurih, serta belum ada kompetitornya di wilayah Mantewe khususnya dan di Tanah Bumbu pada umumnya," ujar Rina saat menjelaskan potensi pasar produknya yang masih terbuka lebar.

Meski diproduksi di tingkat kecamatan, jangkauan pemasaran rengginang ini sudah merambah ke berbagai kota besar di Indonesia melalui sistem pesanan daring. 

Mulai dari Samarinda, Jakarta, Surabaya, hingga Batam dan Bali tercatat rutin memesan gurihnya rengginang Mantewe ini. 

Rina menyebutkan bahwa pelanggan sangat menyukai rasa original dan sering melakukan pemesanan ulang dalam jumlah besar untuk dijadikan buah tangan khas dari Bumi Bersujud.

Baca juga: UMKM Kalsel- Usaha Ikan Cupang Yuda di Guntung Manggis Banjarbaru, Awalnya Hobi Kini Jadi Rezeki

Potensi bisnis ini juga didukung oleh daya tahan produk yang sangat baik, di mana rengginang mentah mampu bertahan hingga satu tahun, sementara versi matang memiliki masa kadaluarsa hingga sepuluh bulan.

Dengan kapasitas produksi yang mencapai 25 kilogram rengginang mentah per bulan, KWT Kamboja Putih terus berupaya menjaga kualitas agar produk pangan lokal ini tetap kompetitif.

Rina berharap ke depannya dukungan teknologi pengemasan dan strategi digital dapat membawa rengginang singkong ini menembus pasar yang jauh lebih luas lagi.

(Banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri syahrin)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.