49 Siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru Lolos SNBP 2026, 13 Diterima di UGM
M Iqbal March 31, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 49 siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru dinyatakan lolos pada Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026. Dari data pihak sekolah, 13 siswa lolos di Universitas Gajah Mada (UGM).

Koordinator Bagian Kesiswaan (BK) SMA Negeri 1 Pekanbaru, Vivi, sejatinya ada 172 siswa yang mendaftar.

Jumlah siswa yang terjaring tersebut merupakan kuota 40 persen dari 428 siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru.

Namun, pada pengumuman SNBP 2026 Selasa (31/6/2026) hanya 49 siswa yang dinyatakan lolos.

Berikut ini datanya: 

  • Universitas Indonesia 1 orang
  • Universitas Brawijaya  1 orang
  • Universitas Gadjah Mada 13 orang
  • Institut Pertanian Bogor  4 orang
  • UNAND  5 orang
  • UPN YOGYA 2 orang
  • USU 2 orang
  • UNPAD 3 orang
  • UNRI = 16 orang
  • UIN = 1 orang
  • Politeknik Negeri Batam 1 orang

Terkait dengan hasil yang didapatkan siswa di SNBP,  Vivi mengatakan bahwa itu bukankah final.

Bagi siswa yang belum lolos masih ada peluang masuk kampus impiannya.

"Jangan patah semangat. Bisa tetap lanjut berjuang di jalur UTBK. Kampus impian menanti, " ujar Vivi.

Perjanjian Sejak Awal 

Koordinator BK SMAN 1 Pekanbaru, Vivi mengungkapkan, terkait dengan 172 siswa yang maauk dalam daftar SNBP, sejak awal telah berkomitmen.

Pembicaraan dilakukan dengan siswa dan wali siswa atau orangtua siswa. Tujuannya agar keputusan yang diambil tidak meninggalkan masalah di belakang hari. 

Selain itu, juga mempertimbangkan nama baik sekolah dan jenjang pendidikan siswa itu sendiri. 

Menurutnya Vivi, sekolah telah menyeleksi 40 persen siswa yang terbaik di sekolah lewat penilaian nilai rapor mulai semester 1 sampai semeter 5 

Nanti akan terlihat siswa mulai ranking 1 sampai 428. Nah, dari persentase tersebut muncullah 172 siswa.

Sebelum di upload di sistem nantinya akan dipastikan dulu apakah dari jumlah siswa tersebut apakah semuanya akan melanjutkan kuliah atau berniat ada ikatan dinas. Jika ada yang ada ikatan dinas maka akan diusulkan mengundurkan diri.

Jumlah siswa yang mengundurkan diri tersebut kemudian akan digantikan dengan siswa lain yang dinilai dari tingkatan ranking dan itu juga dikomunikasikan pada orangtua siswa

Tujuannya agar jangan sampai nama sudah terupload namun mengundurkan diri. Itu tidak bisa lagi dilakukan.

Setelah fix siswa yang ingin melanjutkan kuliah, kemudian dilakukan pemetaan, siswa akan mengambil jurusan apa dan universitasnya.

Menurut Vivi, pihak sekolah mengarahkan agar siswa yang mengambil jurusan dan universitas jangan sampai saling bersaing.

Baiknya satu siswa untuk satu tujuan kampusnya. Hal itu agar peluang diterima akan semakin besar.

Namun, jika ada orangtua yang tetap ingin anaknya kuliah ditempat yang sama dengan siswa lain dari sekolah yang sama, maka pihak sekolah menyerahkan kepada orangtua masing-masing dengan memastikan konsekwensi terkait persaingan yang ada.

Bagi siswa yang sudah lolos dan diterima di kampus ia mendaftar, pihak sekolah meminta siswa tersebut untuk menyelesaikan kuliahnya.

Menurut Vivi, hal itu sangat berpengaruh pada kelanjutan alumni. Untuk menjaga nama sekolah dan menjaga agar kuota untuk sekolah tetap bagus dan kalau bisa bertambah.

" Jejak alumni akan sangat berpengaruh pada siswa lain yang nantinya juga akan bersaing di SNBP tahun depan. Jika tidak serius kuliah atau tidak selesai, maka itu bisa jadi preseden buruk dan bisa saja kuota untuk sekolah dikecilkan bahkan tidak ada lagi," pungkas Vivi.

( Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.