SURYA.CO.ID, GRESIK - Jumlah kasus campak di Kabupaten Gresik tercatat menyentuh angka 65 kasus di awal tahun ini.
Jumlah 65 kasus itu tercatat, sejak bulan Januari hingga akhir Maret 2026.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik, kasus campak di Kabupaten Gresik sendiri didominasi anak-anak dengan didominasi usia di bawah 12 tahun.
"Pasien campak di Kabupaten Gresik didominasi anak usia 12 tahun," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr Puspitasari Wardani, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Berharap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Menjadi Kegiatan Cagar Budaya WBTBI
Diketahui, bahwa gejala pasien campak di Gresik meliputi demam, batuk, pilek dan juga mata merah. Kemudian muncul bercak merah pada badan.
"Tetapi pada penyakit campak dapat muncul komplikasi yang berbahaya, antara lain pneumonia, ensefalitis (radang otak) dan diare berat," ungkapnya.
Baca juga: Kasus Campak Magetan: 10 Suspek Terdeteksi di 8 Kecamatan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr Puspitasari Wardani mengungkapkan bahwa campak dapat dicegah dengan pemberian imunisasi campak sesuai usia secara lengkap (usia 9 bulan, 18 bulan hingga SD).
Untuk mencegah campak, Dinkes Gresik juga melakukan berbagai upaya seperti pelaksanaan catch up campaign atau vaksinasi kejar untuk melengkapi vaksinasi campak bagi anak belum lengkap.
"Selain itu Dinkes Gresik beserta PKM juga memberikan informasi tentang gejala dan pencegahan campak lewat media sosial," terangnya.
Dinkes Gresik pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tatap waspada terhadap campak.
"Kami meminta masyarakat untuk segera melakukan imunisasi campak kepada anak-anak mereka," imbuhnya.