Sosok Robert Leonard Marbun yang Baru Dilantik Jadi Sekjen Kemenkeu oleh Menkeu Purbaya
Pipit Maulidya March 31, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan pada Jumat (27/3/2026).

Momen pelantikan yang berlangsung di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Beredar di media sosial, Menkeu Purbaya kedapatan mengajak  Robert Leonard Marbun menyantap kuliner Ayam Cabe Hijau di kawasan kuliner yang berlokasi tepat di depan Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal ini menambah rasa penasaran publik terhadap sosoknya.

Baca juga: Muncul Isu Kenaikan BBM Solar, Ketua Kadin Gresik Berharap Masyarakat dan Industri Tidak Panik 

Profil dan Biodata Robert Leonard Marbun

Robert Leonard Marbun bukanlah nama baru di lingkungan Bendahara Negara.

Dia merupakan pejabat karier yang memiliki rekam jejak panjang di bidang kepabeanan dan hubungan internasional.

Berikut biodata singkatnya:

Nama Lengkap: Robert Leonard Marbun

Tempat Tanggal Lahir: Humbang Hasundutan, 23 Juni 1970

Usia: 55 Tahun (per 2026)

Agama: Kristen Protestan

Jabatan: Sekretaris Jenderal Kemenkeu RI (Sejak Maret 2026)

Pendidikan Terakhir: Doktor (Ph.D) in Economics, Kobe University, Jepang

Perjalanan Karier: Dari Bea Cukai hingga Staf Ahli

Pria kelahiran Sumatera Utara ini dikenal sebagai spesialis di bidang kebijakan fiskal dan hubungan antarlembaga.

Robert Leonard Marbun mengawali pendidikan tingginya di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) jurusan kepabeanan, sebelum akhirnya melanglang buana menempuh pendidikan di Jepang.

Perjalanan kariernya panjang dan beragam di lingkungan pemerintahan maupun sektor korporasi.

Pengalamannya dimulai saat menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi pada 2012, di mana ia bertanggung jawab memimpin pengawasan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Kariernya berlanjut sebagai Direktur Kepabeanan Internasional.

Pada posisi ini, ia berfokus memperkuat kerja sama perdagangan lintas negara serta menjalin hubungan strategis dengan berbagai mitra internasional.

Pada 2018, Robert dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara.

Dalam peran ini, ia memberikan berbagai masukan strategis terkait upaya peningkatan pendapatan negara.

Tak hanya berkiprah di pemerintahan, Robert juga sempat menjabat sebagai Komisioner PT Waskita Karya pada periode 2019 hingga 2021.

Pengalaman ini memperkaya pemahamannya di sektor korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebelum kembali ke Kementerian Keuangan, ia juga mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di BKPM.

Posisi ini menjadi salah satu langkah penting sebelum akhirnya ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan.

Harta Kekayaan Robert Leonard Marbun

Sebagai pejabat publik yang berintegritas, Robert secara rutin melaporkan hartanya ke KPK.

Berdasarkan LHKPN periodik 2024 (dilaporkan 8 Maret 2025), total kekayaan Robert mencapai Rp11,54 miliar. Ini rinciannya:

Robert Leonard Marbun tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp11,54 miliar.

Data tersebut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK periodik 2024 yang dilaporkan pada 8 Maret 2025.

Dalam laporan tersebut, rincian kekayaan Marbun meliputi berbagai aset, mulai dari properti hingga kas.

Aset terbesar berasal dari dua bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Tangerang Selatan, Banten, dengan nilai mencapai Rp4,37 miliar.

Selain itu, ia juga memiliki dua unit kendaraan, yakni mobil merek Honda CR-V dan Honda HR-V, dengan total nilai sebesar Rp538 juta.

Tak hanya itu, Marbun turut mencatatkan harta bergerak lainnya senilai Rp50,5 juta. Ia juga memiliki surat berharga dengan nilai cukup besar, yakni Rp4,17 miliar.

Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki mencapai Rp2,43 miliar.

Menkeu Purbaya Berikan Pesan Khusus

Dalam prosesi pelantikan, Robert Leonard Marbun secara resmi menggantikan Heru Pambudi.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berpesan agar Robert mampu menjaga kerja sama tim yang solid serta menjaga transparansi kebijakan kepada masyarakat.

“Kita harus belajar koordinasi, kerja tim itu yang ditunjukkan Heru di posisinya sekjen berhasil kerja tim yang bagus, Kalau nggak ada Bapak Heru pasti saya berantakan hari kesatu kedua ketiga," kata Purbaya.

Bendahara negara itu juga meminta agar Marbun bisa untuk menghadapi tantangan geopolitik yang kini tengah dihadapi. Dia mengatakan hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Kemenkeu.

Salah satu poin penting yang ditekankan Menkeu adalah kemampuan Kemenkeu dalam menjaga harga BBM tetap stabil di tengah gejolak dunia.

“Sekarang geopolitik, kita bisa jaga BBM di level sekarang kita jago dibanding menteri negara-negara lain. Saya ditanya presiden gimana BBM? Aman Pak artinya ada tindakan kita bisa menyelematkan itu dan itu belum terpublikasikan baik di Kemenkeu. Pak Robert memastikan itu dipahami masyarakat” kata Purbaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.