Puasa Syawal atau Qadha Ramadan, Mana Didahulukan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Pipit Maulidya March 31, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Setelah merayakan Idul Fitri 1447 H, umat Muslim kini berlomba menambah amal ibadah dengan Puasa Syawal.

Puasa sunnah enam hari ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw, sebagaimana hadis riwayat Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshari ra

"Barang siapa berpuasa ramadhan, kemudia mengikutkannya enam hari dari bulan Syawal, maka seperti puasa satu tahun."

Namun, bagaimana dengan orang yang masih memiliki utang dan harus mengerjakan Puasa Qadha Ramadan, bolehkah puasa Syawal dulu baru qadha?

Jawaban dari pertanyaan ini pernah dijelaskan oleh pendakwah asal Riau, Ustadz Abdul Somad yang diunggah oleh akun YouTube Taman Surga. Net dengan  judul 'SEBAIKNYA PUASA SYAWAL ATAU PUASA GANTI DUL?'

Berdasarkan penjelasannya dalam video tersebut, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa umat Muslim seharusnya mengutamakan puasa qadha untuk mengganti utang puasa Ramadan.

Sebab, kedudukan puasa qadha adalah puasa wajib, sementara puasa Syawal merupakan puasa sunnah.

"Ibu-ibu yang punya utang puasa 7 hari, maka harus dibayar dahulu baru puasa Syawal 6 hari," ujar Ustadz Abdul Somad.

"Ibu-ibu kalau tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah Syawal maka cukup mengganti puasa di bulan Syawal, maka ibu puasa qadha di bulan Syawal, maka otomatis pahalanya seperti puasa sunnah Syawal, niatnya cuma satu, niatnya satu, saya niat puasa qadha besok hari lillahi ta'ala," lanjutnya.

Dalam penjelasannya tersebut, Ustadz Abdul Somad mencontohkan misalnya seorang Muslim mengerjakan puasa qadha Ramadan di hari Senin atau Kami di bulan Syawal, maka dia mendapatkan tiga keutamaan puasa sekaligus.

Utang puasa Ramadan terhapus, kemudian mendapat keutamaan puasa Senin Kamis dan puasa Syawal.

"Hal itu berlaku untuk laki-laki maupun perempuan," ujar ustaz Abdul Somad.

Bagi umat Muslim yang ingin mengerjakan puasa Syawal, berikut bacaan niatnya lengkap dalam teks Arab, latin dan artinya.

Baca juga: Bolehkah Puasa Syawal di Hari Jumat? Simak Hukum dan Penjelasannya

Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَي

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: "Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala."

Niat Puasa Qadha Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Keutamaan Puasa Sunnah Syawal

Salah satu keutamaan penting dari puasa sunnah di bulan Syawal adalah besarnya pahala yang dijanjikan, yakni setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Keutamaan ini bersandar pada hadis riwayat Ibnu Majah.

Rasulullah Saw bersabda bahwa siapa yang melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia seperti menyempurnakan puasa selama setahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan akan dibalas minimal sepuluh kali lipat.

Prinsip pelipatgandaan pahala tersebut menjadi dasar perhitungannya.

Puasa selama bulan Ramadhan yang berlangsung satu bulan akan bernilai sepuluh bulan pahala. Sementara itu, puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan 60 hari atau sekitar dua bulan.

Jika keduanya digabungkan, maka totalnya menjadi 12 bulan, atau setara satu tahun penuh berpuasa.

Keterangan serupa juga terdapat dalam hadis riwayat Muslim, yang menyebutkan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal akan memperoleh pahala seperti berpuasa selama setahun.

Dalil ini kemudian dijadikan landasan oleh sejumlah ulama, seperti Imam Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, dan juga Abu Daud, untuk menyatakan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya sunnah.

Namun, terdapat perbedaan pendapat dari Imam Abu Hanifah yang memandang puasa tersebut sebagai makruh. Pendapat ini didasari kekhawatiran bahwa masyarakat bisa menganggap puasa Syawal sebagai kewajiban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.