Warga Dua Desa di Seluma Keluhkan Bau Busuk Diduga Limbah PT OSL
Hendrik Budiman March 31, 2026 09:36 PM

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Warga di Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah udara PT Olein Sawit Lestari (OSL) yang berlokasi di Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja. 

Keluhan tersebut terutama disampaikan masyarakat di Desa Kayu Arang dan Desa Sarimulyo yang berada di sekitar kawasan operasional perusahaan.

Warga mengaku aroma menyengat tersebut semakin terasa dalam beberapa hari terakhir, bahkan dinilai mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sukarti, warga Desa Sarimulyo Kecamatan Sukaraja, mengatakan bau busuk yang diduga berasal dari limbah pabrik tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

Menurutnya, sebagai desa penyangga, warga merasakan langsung dampak polusi udara sejak perusahaan mulai beroperasi pada awal tahun lalu.

“Kami masyarakat masih ingin menghirup udara yang segar. Sejak pabrik ini berdiri di dekat permukiman, kami mulai merasakan adanya polusi udara,” ujar Sukarti kepada TribunBengkulu.com, Selasa (31/3/2026).

Proses pembangunan pabrik yang disebut berada dekat dengan lingkungan permukiman warga tanpa adanya komunikasi atau perundingan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Baca juga: Bupati Seluma Teddy Rahman Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK Bengkulu

“Sejak awal pembangunan, kami merasa tidak pernah diajak berunding, padahal lokasi pabrik sangat dekat dengan rumah warga,” katanya.

Jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah, masyarakat sebagai desa penyangga akan terus terdampak pencemaran udara tersebut.

Ia pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk menengahi persoalan ini sebelum memicu gejolak di tengah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat bertindak anarkis karena tidak tahan dengan kondisi ini. Kami berharap pemerintah hadir untuk mencari solusi,” tegasnya.

Selain mengganggu kenyamanan, warga juga mulai mengeluhkan dampak terhadap kesehatan.

Sukarti mengaku suaminya mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan saat ini.

“Sudah satu bulan ini bolak-balik ke rumah sakit karena infeksi saluran pernapasan. Kami khawatir kalau kondisi ini terus dibiarkan,” ungkapnya.

Dirinya berharap adanya pengecekan langsung dari instansi terkait terhadap dugaan pencemaran udara tersebut, serta langkah tegas terhadap perusahaan jika terbukti melanggar ketentuan lingkungan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.