Bupati Zurdi Nata Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Daspetah Kepahiang
Hendrik Budiman March 31, 2026 09:36 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan 

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyerahkan bantuan kepada tiga warga korban kebakaran di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, pada Selasa (31/3/2026). 

Diketahui musibah kebakaran tersebut ditaksir korban mengalami kerugian mencapai Rp900 juta rupiah dengan rincian korban Putri Hafsa (63) mengalami kerugian mencapai Rp846.500.000, korban Burhim (53) mengalami kerugian mencapai Rp5 juta dan Sudi Hermawan (50) yang kerugiannya diperkirakan mencapai Rp50 juta. 

Bupati Kepahiang menyampaikan keprihatinannya terhadap musibah yang dialami warganya. Bupati menyampaikan kedatangannya merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah. 

"Untuk itu kami hadir disini sekalian memberikan bantuan, mungkin ini tidak seberapa tapi ini lah bentuk perhatian pemerintah kepada warganya," kata Nata. 

Ia menegaskan  pihaknya akan siap membantu apabila ada dokumen-dokumen yang ikut hilang terkena musibah. 

"Saya perintahkan kepada OPD terkait jika korban ini ada dokumen seperti KK, KTP atau Ijazah yang ikut terbakar untuk segera diurus dan jangan dipungut biaya," tegas Nata.

Kronologi Kebakaran

Kronologi kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Minggu malam (29/3/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.45 WIB itu membuat panik warga setempat.

Api dengan cepat membesar dan melalap dua unit rumah hingga hangus terbakar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kepahiang, Dedi Sukrizal, mengungkapkan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup lama dan baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Kebakaran Rumah Warga di Daspetah Kepahiang, Warga dan Damkar Gotong Royong Padamkan Api

“Kebakaran tadi di Daspetah itu sekitar jam 18.45 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB, juga dibantu oleh petugas Damkar dari Rejang Lebong,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, dalam upaya pemadaman, pihaknya mengerahkan sekitar 15 personel gabungan dari Damkar, BPBD, dan Satpol PP.

“Personel yang kita kerahkan sekitar 15 orang dari Damkar, BPBD dan Satpol PP, dengan armada satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki suplai air dari BPBD, ditambah bantuan dari Damkar Rejang Lebong,” jelas Dedi.

Namun, proses pemadaman sempat mengalami kendala di lapangan.

Kerumunan warga yang memadati lokasi kebakaran membuat petugas kesulitan bergerak secara maksimal.

“Sempat terkendala dengan kerumunan masyarakat, personel kita tidak bisa memadamkan api secara maksimal di lapangan,” ungkap Dedi.

Situasi Memanas di Lokasi

Tak hanya itu, situasi di lokasi bahkan sempat memanas.

Sejumlah oknum warga dilaporkan melakukan tindakan yang menghambat petugas.

“Ada beberapa warga yang menarik selang, melakukan pengerusakan mobil, bahkan melakukan penyerangan fisik terhadap petugas,” terang Dedi.

Akibat kejadian tersebut, dua unit rumah dilaporkan hangus terbakar.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Ada dua unit rumah hangus terbakar, namun alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini,” kata Dedi.

Penyebab Kebakaran

Disisi lain, Dedi menyebutkan belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut.

"Penyebabnya belum diketahui pasti, kita masih mengumpulkan informasi," ujar Dedi.

Untuk kerugian, pihaknya masih melakukan pendataan, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Kerugian pasti belum kita hitung, namun kemungkinan berkisar ratusan juta,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.