Jelang Paskah, Pemkot Tual Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Lokasi
Ode Alfin Risanto March 31, 2026 09:43 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat

TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Menjelang Hari Raya Paskah, Pemerintah Kota Tual kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Gereja Maranatha Tual, Jalan Dr Leimena, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT ini merupakan program rutin pemerintah daerah, khususnya dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Gerakan Pangan Murah disambut antusias warga dengan memadati lokasi.

Baca juga: Kasus Sianida Memanas, Mantan Kapolsek KPYS dan 3 Anggota Polisi Dilaporkan ke Propam Polri

Baca juga: Pesona Ina Marina Masohi: Surga Nongkrong dan Kuliner yang Terkendala Sampah ‎

Kedatangan mereka tentu untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu warga, Lita Paliama (37), mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.

“Program ini sangat membantu, apalagi harganya cukup terjangkau. Terima kasih untuk Pemerintah Kota Tual,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Darnawati Amir, menjelaskan bahwa GPM didukung melalui skema subsidi pemerintah pusat maupun daerah. 

Selain bersumber dari APBD, kegiatan ini juga mendapat dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Nindya Karya dan Bank BPDM.

Menurutnya, GPM menjadi langkah strategis untuk menekan lonjakan harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, termasuk Paskah.

“Program ini diharapkan dapat membantu warga Tual dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Ia menambahkan, GPM tidak hanya digelar saat HBKN, tetapi juga rutin dilaksanakan dua kali setiap bulan.

Hingga Maret 2026, kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan ke-12.

Pemerintah berharap program ini terus berlanjut sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban masyarakat. 

Diketahui, Pemerintah Daerah sendiri mengsubsidi beberapa komoditi dengan harga tejangkau diantaranya;

  • Cabe lokal Rp. 5 ribu per tumpuk.
  •  Telur Rp. 60 ribu per rak.
  • Gula pasir Rp. 15 per kilogram.
  •  Bawang merah Rp. 40 ribu per kilogram.
  • Bawang putih Rp. 35 ribu per kilogram.
  • Sayur Rp. 5 ribu per ikat.
  • Terigu kompas Rp. 11 ribu per kilogram.

Harga komoditi yang disubsidi oleh negara antara lain;

  • Beras SPHP Rp. 60 per lima kilogram.
  • Beras sentral ramos Rp. 75 ribu per 5 kilogram.
  • Minyak kita Rp. 15 ribu per liter. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.