TRIBUNMADURA.COM - Tidak semua umat Islam mampu bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan salat tahajud.
Kesibukan hingga rasa lelah kerap menjadi penghalang untuk terbangun dari tidur di sepertiga malam.
Namun, tahukah anda bahwa ada sejumlah amalan salat malam yang tetap bisa dikerjakan tanpa harus tidur terlebih dahulu?
Ibadah ini dikenal dengan istilah qiyamul lail, yakni menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah, termasuk salat sunnah.
Amalan ini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang khawatir tidak bisa bangun di penghujung malam.
Dirangkum dari Surya.co.id, berikut empat salat malam yang dapat dikerjakan langsung tanpa tidur, lengkap dengan niat dan keutamaannya.
Baca juga: Anjuran Salat Safar sebelum Perjalanan, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa
Salat tobat merupakan ibadah sunnah yang dilakukan sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
Salat ini bisa dilakukan kapan saja, termasuk di malam hari tanpa harus tidur terlebih dahulu, selama tidak pada waktu yang dilarang.
Jumlah rakaat minimal adalah dua rakaat dengan satu kali salam.
Waktu terbaik untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir karena termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.
Niat Salat Tobat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَي
Ushalli sunnatat taubati rok’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.”
Melalui salat ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan memohon ampunan dengan penuh keikhlasan.
Bagi anda yang memiliki keinginan besar atau sedang menghadapi masalah, salat hajat bisa menjadi sarana untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Salat ini dapat dikerjakan tanpa harus tidur terlebih dahulu.
Jumlah rakaatnya bervariasi, mulai dari dua hingga 12 rakaat.
Setelah selesai salat, dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan menyampaikan doa secara spesifik dengan penuh kerendahan hati.
Niat Salat Hajat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat salat sunnah hajat dua rakaat karena Allah SWT.”
Baca juga: Amalan Subhanal Malikil Quddus, Zikir Penutup Salat Witir Saat Ramadan
Salat tasbih menjadi salah satu amalan yang memiliki keistimewaan tersendiri.
Dalam salat ini, terdapat bacaan tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat.
Kalimat tasbih yang dibaca meliputi: Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar.
Salat tasbih bisa dilakukan di malam hari tanpa harus tidur terlebih dahulu.
Umumnya dikerjakan empat rakaat dengan dua kali salam.
Niat Salat Tasbih:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatat-tashbiihi rok’ataini lillahi taa’alaa
Artinya: “Aku berniat salat sunah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Salat ini dipercaya memiliki keutamaan besar dalam menggugurkan dosa, baik yang disengaja maupun tidak.
Salat witir adalah penutup dari rangkaian ibadah malam.
Salat ini memiliki jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat.
Bagi Anda yang tidak yakin bisa bangun untuk tahajud, sangat dianjurkan menunaikan witir sebelum tidur.
Niat Salat Witir 2 Rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat salat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Salat Witir 1 Rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat salat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Perlu diketahui, jika seseorang sudah melaksanakan witir sebelum tidur, lalu terbangun dan ingin melaksanakan tahajud, maka tidak perlu mengulang witir.
Baca juga: Sejarah Salat Tarawih, Dari Qiyam Ramadan hingga Disatukan di Masa Khalifah Umar
Dengan demikian, umat Islam tetap memiliki kesempatan untuk meraih keutamaan ibadah malam meski tanpa tidur terlebih dahulu.
Keempat salat ini bisa menjadi alternatif amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.