TRIBUNMANADO.CO.ID – Suasana malam di Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, tampak berbeda dalam rangka memperingati perayaan Paskah 2026.
Amatan di lokasi, Selasa (31/3/2026) malam, lorong-lorong desa dihiasi lampu hias (Lampion) berwarna-warni.
Ada yang dipasang membentuk lengkungan memanjang di sepanjang jalan.
Ada juga berbentuk seperti Kaki Dian.
Bahkan di beberapa titik, ada salib besar dengan lampu yang terpasang didalamnya.
Lampu merah dan putih yang tersusun rapi menciptakan suasana hangat.
Bahkan menarik perhatian warga yang melintas.
Tak hanya sekadar penerangan, ornamen yang dipasang juga memiliki makna religius.
Terlihat simbol-simbol salib dan hati yang menjadi bagian dari dekorasi.
Menambah nuansa perayaan Paskah yang kental.
Lampu hias tersebut merupakan inisiatif dari jemaat gereja setempat dalam menyambut dan memperingati Paskah tahun ini.
Setiap lorong di desa dihias dengan konsep berbeda, menyesuaikan kreativitas masing-masing kelompok jemaat atau kolom.
Salah satu warga, Niko, mengatakan untuk tahun ini pemasangan lampion Paskah tidak dilombakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini cuma pasang saja, tidak dilombakan, kalau tahun kemarin itu dilombakan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (31/3/2026) malam.
Meski tanpa lomba, kata dia, pemasangan lampion Paskah sudah menjadi keharusan bagi warga.
“Sudah seperti tradisi,” tambahnya.
Partisipasi aktif warga membuat suasana desa semakin semarak.
Selain menjadi bentuk perayaan iman, pemasangan lampu hias ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar yang ingin menikmati keindahan dekorasi di malam hari.
(TribunManado.co.id/Pet)