TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sentra Penghapal Qur’an (SPQ) Hajjah Lina resmi menggelar Wisuda Tahfidz 30 Juz Angkatan I Tahun Ajaran 2025/2026 di Hotel Madani, Medan, Selasa (31/3/2026). Prosesi ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan, tetapi momentum strategis lahirnya generasi Qur’ani yang diproyeksikan menjadi penjaga nilai di tengah tantangan zaman.
Founder Yayasan SPQ Hajjah Lina, Ary Oskandar, menegaskan bahwa wisuda ini memiliki dimensi spiritual yang mendalam di tengah krisis arah peradaban modern.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah peristiwa ruhani. Di tengah dunia yang bising dan kehilangan makna, hari ini kita menyaksikan lahirnya generasi yang memilih mendekap Al-Qur’an, menghafalnya, dan menghidupkannya,” ujarnya.
Ary menekankan bahwa keberhasilan para santri tidak terlepas dari peran orang tua. Ia menyebut prosesi ini juga sebagai wisuda kesabaran, keikhlasan, dan cinta.
“Ada doa ibu yang tidak pernah putus dan perjuangan ayah yang sering tak terlihat. Ini adalah buah dari pengorbanan luar biasa,” katanya.
Menurutnya, menanamkan Al-Qur’an dalam kehidupan anak merupakan investasi jangka panjang yang melampaui nilai material.
Ary juga menegaskan bahwa Al-Qur’an harus ditempatkan sebagai pedoman hidup yang aktif, bukan sekadar bacaan ritual.
“Al-Qur’an adalah cahaya yang tidak pernah padam dan kompas yang tidak pernah salah arah. Ia hadir untuk meluruskan kehidupan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan risiko kemajuan tanpa nilai yang dapat melahirkan kekosongan, serta kekuatan tanpa tuntunan yang berpotensi menciptakan ketimpangan sosial.
Ary turut menyampaikan pesan kepada berbagai elemen masyarakat agar berperan dalam membangun generasi Qur’ani seperti keterlibatan ulama, umara, akademisi dan ilmuwan, serta professional.
“Karena kemajuan tanpa nilai, akan melahirkan kekosongan. Dan kekuatan tanpa tuntunan sejatinya akan melahirkan banyak ketimpangan,” ujarnya.
Dalam prosesi wisuda, sejumlah santri dinyatakan lulus setelah melalui munaqasyah ketat dengan capaian nilai tinggi dan waktu hafalan relatif singkat, di antaranya Ahmad Zaki Hamid: nilai 94,7 (3 bulan 20 hari), Muhammad Khairul Nijam: nilai 91,9 (3 bulan 5 hari), Fadiyu Prinsa: nilai 91,8 (3 bulan 20 hari), M. Syafii Malik: nilai 90,6 (3 bulan 15 hari).
Dukungan Tokoh Nasional dan Akademisi
Sejumlah tokoh turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut, di antaranya Staf Ahli Jaksa Agung RI, DR Iman Wijaya, S.H.M.Hum, Sesjampidum Kejaksaan Agung RI DR Undang Magopal M. Hum,Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, Sekjend DPP Partai Gema Bangsa, DR. Muhammad Sopiyan, MA, Ketua PW Al Washliyah DR H Dedi Iskandar Batubara, Prof. DR. dr. Ridha Dhamajaya, Sp.BS (K), Ma'had Maskanul Huffadz, Syekh DR. Abdul Aziz Al Mishry, Tuan Guru Batak Syekh Dr Ahmad Sabban El- Rahmany Rajagukguk. M.A., Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Sumut, Prof. DR. Hasan Bakti Nasution, MA, dan Guru Besar UINSU Medan, Prof. DR. Mustafa Kamal Rokan. Prof DR H Anshari Yamamah MA, Prof DR Usman Jakfar.
Kepada para wisudawan, Ary menegaskan bahwa kelulusan ini merupakan titik awal tanggung jawab besar.
“Kalian bukan sekadar penghafal Al-Qur’an, tetapi penjaga cahaya. Saat dunia gelap, kalian harus menjadi penerang. Saat kebenaran tertutup, kalian harus menjadi suaranya,” pesannya.
Ia menutup dengan optimisme bahwa masa depan bangsa tidak ditentukan oleh kekuatan semata, tetapi oleh kebenaran nilai.
“Dari tempat ini, kita kirimkan pesan kepada dunia bahwa kita tidak sedang melahirkan generasi biasa, tetapi generasi penjaga cahaya,” pungkasnya.
Wisuda angkatan pertama ini menandai langkah awal SPQ Hajjah Lina dalam membangun model pendidikan Qur’ani yang integratif—menggabungkan hafalan, karakter, dan kompetensi global.
Lembaga ini menargetkan menjadi pusat lahirnya generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif dan berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa.
Prosesi wisuda ini turut dihadiri Direktur SPQ Hajjah Lina Dr. H. Shakira Zandi, M.Si, Prof Dr Jamil, tokoh masyarakat Prof. Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp.BS dan diisi tausiyah oleh Al Ustadz Abdil Muhadhir Ritonga MAg.(*)