Jakarta (ANTARA) - Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menyiapkan ibadah raya terbesar dalam rangka HUT ke-165 dengan target kehadiran lebih dari 100 ribu jemaat dari berbagai negara di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
"Hari ini kami rapat pleno yang ketiga untuk persiapan ibadah raya dalam rangka HUT ke-165 HKBP. Seluruh pembidangan hadir, termasuk para pembina, para penasehat dan para 'praeses' (pimpinan) dari berbagai wilayah," kata Ketua Ketua umum Panitia Nasional HUT HKBP ke-165 Effendi MS Simbolon dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Effendi yang juga sebagai Ketua Umum Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) periode 2024–2028 mengungkapkan bahwa panitia telah menggelar rapat pleno ketiga sebagai bagian dari konsolidasi lintas bidang untuk memastikan kesiapan acara.
Menurut dia, pada HUT ke-165 HKBP akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 18 Oktober 2026, dengan menyiapkan ibadah raya terbesar dan perayaan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu ibadah raya terbesar dalam sejarah HKBP, dengan target kehadiran lebih dari 100 ribu jemaat dari berbagai negara.
Ia menjelaskan, persiapan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unsur kepanitiaan dari berbagai wilayah, termasuk distrik Jakarta, Banten, hingga Bekasi.
Bahkan, kata dia, sejumlah perwakilan dari luar daerah juga turut mengikuti rapat secara daring sebagai bagian dari koordinasi global.
Menurut Effendi, progres persiapan mulai menunjukkan perkembangan signifikan, terlebih setelah panitia melakukan kunjungan lapangan ke kawasan GBK untuk merasakan langsung atmosfer lokasi acara.
"Kami sudah melakukan kunjungan ke GBK dan mulai merasakan irama persiapan. Bulan depan akan ada pleno lanjutan untuk menetapkan pedoman pelaksanaan secara menyeluruh," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa ibadah raya tersebut akan menjadi momentum syukur atas perjalanan panjang HKBP selama 165 tahun, yang telah melayani sekitar delapan juta jemaat di seluruh dunia.
Perayaan tersebut sekaligus mencerminkan perjalanan iman lintas generasi, yang telah berlangsung selama lebih dari 10 generasi sejak berdirinya gereja tersebut.
"Ibadah raya ini adalah bentuk pengucapan syukur. Kita mensyukuri perjalanan kekristenan, khususnya di Tanah Batak, yang sudah berlangsung selama 165 tahun," ujar Effendi.
Lebih lanjut Effendi menjelaskan bahwa rangkaian ibadah utama direncanakan berlangsung selama 3,5 hingga 4 jam, dimulai pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Ibadah akan dipimpin oleh pimpinan tertinggi HKBP, Ephorus dan mencakup prosesi perjamuan kudus serta rangkaian liturgi khusus.
Selain ibadah utama, pihaknya juga menyiapkan perayaan nasional yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
Pada sesi ini, panitia berharap kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, serta para tokoh lintas agama sebagai simbol kebersamaan dan toleransi di Indonesia.
"Kami sudah mengundang Bapak Presiden dan Wakil Presiden, serta para pemimpin agama. Ini juga menjadi momentum nasional untuk mensyukuri kehidupan berbangsa yang penuh toleransi," kata Effendi.
Ia menambahkan, perayaan tersebut tidak hanya berskala nasional, tetapi juga internasional. HKBP saat ini telah memiliki pelayanan di berbagai negara, seperti Australia, Eropa, Malaysia, dan Amerika Serikat, meski jumlah jemaat terbesar tetap berada di Indonesia.





