BANGKAPOS.COM, BANGKA – Suasana tegang bercampur harap menyelimuti sebuah ruangan kelas di SMKS Bakti Pangkalpinang, Selasa (31/3/2026) sore.
Lima siswa tampak berkumpul, menatap layar ponsel masing-masing, menunggu hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang diumumkan pukul 15.00 WIB.
Di antara mereka, Raffel Bryllion Patinasaranie menjadi satu-satunya siswa yang mendapat kabar membahagiakan hari itu.
Saat dihubungi Bangkapos.com sekitar pukul 19.00 WIB melalui sambungan WhatsApp, nada bahagia terdengar jelas dari suara Raffel saat menceritakan kembali momen tersebut.
Ia mengaku awalnya tidak memiliki ekspektasi tinggi terhadap hasil SNBP yang diikutinya, meski sebelumnya sempat mendapatkan beberapa tawaran beasiswa, salah satunya beasiswa penuh 100 persen di Universitas Bunda Mulia (UBM).
“Sebenarnya santai saja, karena sebelumnya sempat ada peluang beasiswa. Tapi karena orang tua tidak mengizinkan kuliah jauh, jadi saya fokus ambil SNBP di Bangka saja, dua-duanya di Universitas Bangka Belitung,” ungkapnya.
Raffel memilih Fakultas Hukum sebagai pilihan pertama dan Akuntansi sebagai pilihan kedua.
Menurutnya, keputusan tersebut juga dipengaruhi latar belakang pendidikannya di SMK jurusan akuntansi, meski minatnya terhadap hukum sudah muncul sejak lama.
Menjelang pengumuman, ia mengaku sempat diliputi rasa ragu.
“Jujur ragu, karena yang ikut SNBP pasti banyak. Apalagi saya juga tidak mengunggah banyak prestasi waktu daftar,” katanya.
Momen pengumuman yang dilakukan bersama teman sekelas justru menambah ketegangan.
Sempat terjadi kendala saat membuka portal karena gangguan server, membuat suasana semakin tidak menentu.
Namun, setelah berhasil masuk dan melihat hasilnya, Raffel sempat terdiam sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya dinyatakan lolos.
“Awalnya syok, apalagi sempat panik juga karena lupa nomor registrasi. Tapi pas sudah ketemu dan buka, ternyata biru. Senang banget,” ujarnya.
Di tengah suasana kelas yang ramai, kabar kelulusan Raffel disambut antusias oleh teman-temannya. Meski tidak semua mendapatkan hasil yang sama, dukungan tetap terasa.
“Walaupun ada yang sedih, tapi mereka tetap support. Tadi di kelas heboh juga,” tambahnya.
Setelah mengetahui hasil tersebut, orang pertama yang ia hubungi adalah kakaknya. Ia menyebut dukungan dari keluarga menjadi salah satu hal yang membuatnya semakin bersemangat.
“Langsung kabarin kakak. Dia senang banget, kasih semangat juga, bahkan sampai diposting di media sosial,” katanya.
Bagi Raffel, SNBP memiliki arti penting, terutama dari segi biaya pendidikan. Ia menilai jalur ini dapat meringankan beban orang tua karena tidak perlu membayar uang pangkal yang cukup besar.
“Kalau jalur biasa, uang pangkal bisa sampai belasan juta. Jadi SNBP ini penting banget,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengaku tetap akan berusaha maksimal dalam menjalani perkuliahan ke depan, mengingat kesempatan yang didapat tidak mudah.
“Saya harap bisa menjalani kuliah dengan serius dan bertanggung jawab. Karena tidak semua orang bisa dapat kesempatan ini,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan kepada teman-teman yang belum berhasil dalam SNBP agar tidak berkecil hati.
“SNBP bukan satu-satunya jalan. Masih banyak peluang lain, baik lewat jalur lain atau beasiswa,” pesannya.
Diketahui, SNBP merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang didasarkan pada nilai rapor serta prestasi siswa selama di bangku sekolah. (Bangkapos.com/Rindu Venisa Valensia/Mg2)