Emas Vs Perak, Bisakah Perak Gantikan Emas Jadi Instrumen Investasi
Ratino Taufik April 01, 2026 06:44 AM

Oleh: Hj. Henny Septiana Amalia,S.E., M.Si

Dosen Manajemen dari IBITEK Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - EMAS belakangan mencapai harga tertingginya dalam sejarah yang disebabkan oleh berbagai faktor pendukung. Di tengah harga emas yang cukup signifikan, timbul pertanyaan: apakah ada alternatif investasi lain yang mirip dengan emas namun dengan harga yang lebih murah? Muncullah perak yang digadang-gadang akan menjadi pengganti emas. Di tengah tingginya harga emas yang semakin meroket, perhatian para investor kini mulai beralih ke logam mulia lain yaitu perak. Sering disebut sebagai “emas kecil”, perak menawarkan jalur investasi yang lebih terjangkau namun dengan potensi keuntungan yang tak kalah menarik, terutama untuk jangka panjang. Namun apakah benar perak dapat menjadi alternatif investasi saat emas sedang mahal?

 

Permintaan dan Penggunaan

Secara umum di masyarakat, emas biasanya dimanfaatkan sebagai pelindung dan penjaga nilai dari inflasi. Sedangkan di tingkat negara, emas sering digunakan sebagai cadangan devisa karena harganya yang tidak terikat pada satu pun mata uang di dunia.

Emas juga dianggap sebagai aset safe haven saat adanya ketidakpastian ekonomi. Sedangkan perak saat ini lebih berperan pada sektor industri terutama industri elektronik yang komponennya menggunakan perak sehingga pergerakan harganya lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor terkait industri, berbeda dengan emas yang sebagai investasi.

Emas mempunyai kecenderungan yang cukup stabil jika dibandingkan dengan perak yang disebabkan oleh pasar emas yang luas. Di sisi lain, perak dinilai lebih volatil jika dibandingkan dengan emas karena permintaan perak sangat dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan dari sektor industri terkait sehingga untuk jangka panjang, emas dinilai memiliki prospek yang lebih stabil untuk ke depannya.

Dari sisi likuiditas, emas mempunyai likuiditas yang sangat tinggi karena telah diakui sebagai instrumen investasi di seluruh dunia. Emas dapat dengan gampang ditransaksikan di berbagai platform baik secara fisik maupun di instrumen keuangan. Sedangkan perak biasanya lebih sulit untuk ditransaksikan dalam jumlah besar karena biasanya terdapat spread jual beli yang cukup besar jika dibandingkan dengan emas karena perak yang tidak sepopuler emas dalam investasi.

Perak yang mempunyai harga yang lebih rendah dari emas bisa menjadi opsi yang lebih mudah diakses oleh pemilik modal yang terbatas. Namun perlu diingat dengan harga yang rendah tersebut, biasanya akan mempunyai fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat karena pembentukan harga sangat bergantung pada permintaan industri. Berbeda dengan emas yang selalu dinilai lebih aman untuk jangka panjang karena harganya cukup tinggi sehingga tidak terlalu volatil.

 

Keterbatasan Pasokan

Pasokan emas pada umumnya lebih terbatas dibandingkan dengan perak, dan meskipun ada upaya pertambangan, produksi emas baru tetap relatif terbatas. Ini menyebabkan emas menjadi lebih langka seiring jalannya waktu, yang memperkuat posisi emas sebagai aset bernilai tinggi. Karakteristik ini membuat emas sangat dihargai dalam jangka panjang karena kelangkaan dan permintaannya yang konsisten terutama saat terjadi krisis dan adanya ketidakpastian ekonomi di dunia.

Sementara itu dalam hal penyimpanan, emas lebih mudah untuk disimpan karena membutuhkan ruang lebih sedikit jika dibandingkan dengan perak untuk harga yang sama. Namun bukan hanya itu saja, penyimpanan perak juga disebut lebih rumit dibandingkan dengan emas. Perak lebih gampang terkena oksidasi karena bahan pembuatannya itu sendiri.

Hal tersebut menyebabkan perawatan terhadap perak menjadi lebih kompleks dibandingkan emas yang tidak terpengaruh oleh oksidasi. Perak yang terkena oksidasi biasanya harga jualnya juga akan terpengaruhi.

 

Kepercayaan Pasar

Emas mempunyai reputasi yang lebih kuat sebagai instrumen investasi dalam jangka panjang karena emas dapat menjadi pelindung nilai dan cadangan devisa suatu negara dibandingkan dengan perak yang digunakan dalam proses industri. Kurangnya kepercayaan pasar tersebut biasanya menyebabkan harga yang cukup volatil untuk perak dalam jangka pendek. Karena sebagian besar permintaan perak datang dari sektor industri, kepercayaan pasar terhadap perak lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi dan industri yang jangka pendek. Ketergantunga perak pada faktor eksternal membuatnya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan pasar, yang menyebabkan volatilitas harga yang lebih besar dibandingkan dengan emas. Sebagai contoh, saat terjadi krisis seperti pandemi atau ketidakpastian ekonomi lainnya, permintaan industri menurun sementara harga perak bisa mengalami fluktuasi yang lebih tajam, berbeda dengan emas yang cenderung menguat.

Lalu bisakah perak menjadi instrumen investasi menggantikan emas saat harga emas sedang tinggi-tingginya? Jawabannya bisa saja.

Namun dengan catatan cukup banyak hal yang harus dilakukan jika memutuskan ingin melakukan investasi pada perak dibandingkan emas. Untuk pemula, lebih disarankan membeli emas karena dinilai lebih stabil dan lebih aman untuk jangka panjang.

Namun jika dinilai sudah cukup berpengalaman dan ingin melakukan investasi terhadap perak, maka silakan saja dengan catatan tetap harus mempertimbangkan faktor-faktor yang sudah dijabarkan sebelumnya. (*)

 

Emas mempunyai reputasi yang lebih kuat sebagai instrumen investasi dalam jangka panjang karena emas dapat menjadi pelindung nilai dan cadangan devisa suatu negara dibandingkan dengan perak yang digunakan dalam proses industri. Kurangnya kepercayaan pasar tersebut biasanya menyebabkan harga yang cukup volatil untuk perak dalam jangka pendek.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.