Amerika Ramai-ramai Ditinggalkan Teman Lama, Polandia, Prancis dan Italia Tak Mau Bantu Perang Iran
Galuh Palupi April 01, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Donald Trump terpaksa gigit jari karena sejumlah negara sahabat yang selama ini menjadi sekutu utamanya justru menjauh saat Amerika Serikat sedang berperang melawan Iran.

Selama ini, Amerika Serikat diketahui memiliki banyak sekutu utama di Eropa yang tergabung dalam tubuh aliansi NATO.

Namun ketika konflik di Timur Tengah pecah, sejumlah negara yang berada di aliansi tersebut membangkang menolak permintaan Amerika untuk membantu melawan Iran.

"Penolakan ini menandakan pergeseran dinamika aliansi dan prioritas strategis," tulis ulasan WN, dikutip Selasa (31/3/2026).

Italia telah menjadi titik konflik terbaru setelah sebelumnya, Spanyol, satu di antara negara tulang punggung NATO, menolak memberikan akses ruang udaranya untuk digunakan jet-jet AS dalam perang melawan Iran.

PERANG IRAN - Proses pendaratan pasukan amfibi Amerika Serikat (AS) berikut sejumlah kendaraan lapis baja dan kendaraan tempur lainnya. AS kemungkinanan akan melancarkan invasi masuk ke dalam Iran, namun jalur diplomasi masih menjadi cara utama dalam perang yang sedang berlangsung.
PERANG IRAN - Proses pendaratan pasukan amfibi Amerika Serikat (AS) berikut sejumlah kendaraan lapis baja dan kendaraan tempur lainnya. AS kemungkinanan akan melancarkan invasi masuk ke dalam Iran, namun jalur diplomasi masih menjadi cara utama dalam perang yang sedang berlangsung. (Tribunnews.com/Tangkap layar Khaberni)

Mengikuti Spanyol, Italia juga merilis larangan yang sama, menolak izin bagi pesawat militer AS untuk mendarat di pangkalan udara Sigonella di Sisilia dalam perjalanan menuju Timur Tengah.

Baca juga: Iran Siap Bakar Pasukan Amerika Serikat Jika Berani Masuk Via Darat ke Teheran: Kami Tunggu

Menurut Corriere della Sera, keputusan tersebut didorong bukan hanya oleh kehati-hatian geopolitik, tetapi juga oleh kekhawatiran prosedural.

Washington diduga gagal meminta otorisasi terlebih dahulu atau berkonsultasi dengan pimpinan militer Italia, sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian yang ada yang mengatur penggunaan pangkalan AS di wilayah Italia.
 
Langkah ini mencerminkan gesekan kelembagaan dan tekanan politik di dalam negeri Italia sendiri.

Tak berhenti di situ, Roma saat ini terus mendapat tekanan dari partai-partai oposisi kiri-tengah untuk memblokir penggunaan pangkalan Italia sepenuhnya.

Mereka memberi peringatan bahwa kerja sama dalam bentuk apapun berpotensi menyeret Italia ke dalam pusaran konflik.

Meskipun pemerintahan di bawah Perdana Menteri Giordia Meloni tetap menyatakan akan meminta persetujuan parlemen untuk permintaan tersebut, penolakan yang dilaporkan menunjukkan sikap yang lebih hati-hati dan tegas terhadap Washington.

Bergeser lebih ke timur Eropa, Polandia mengirimkan pesan yang sama tegasnya.

Wakil Perdana Menteri Władysław Kosiniak-Kamysz menepis spekulasi kalau Warsawa mungkin akan menyumbangkan aset pertahanan udara ke Timur Tengah setelah adanya laporan permintaan informal dari AS.

Dalam sebuah unggahan di X, ia mengatakan, "Baterai Patriot kami dan persenjataannya digunakan untuk melindungi langit Polandia dan sayap timur NATO. Tidak ada yang berubah dalam hal ini, dan kami tidak berencana untuk memindahkannya ke mana pun! Sekutu kami tahu betul dan memahami betapa pentingnya tugas yang kami emban di sini. Keamanan Polandia adalah prioritas utama."

AMERIKA VS SPANYOL - Capture YouTube Tribunnews soal Spanyol tutup wilayah udaranya untuk Amerika Serikat
AMERIKA VS SPANYOL - Capture YouTube Tribunnews soal Spanyol tutup wilayah udaranya untuk Amerika Serikat (Youtube/Tribunnews)

Sikap ini bisa dimaklumi lantaran taruhannya sangat tinggi bagi Polandia. 

Baca juga: Ancaman Trump Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Hancurkan Infrastruktur Minyak Iran, Perang Belum Reda

Dengan hanya dua baterai Patriot yang beroperasi saat ini, setiap transfer sementara akan secara efektif mengurangi separuh kemampuan pertahanan udaranya pada saat kekhawatiran keamanan tetap akut di sepanjang sayap timur NATO, yang berbatasan dengan Rusia, Belarus, dan Ukraina.

Para pejabat Polandia secara konsisten berpendapat bahwa pertahanan nasional tidak dapat dikompromikan, terutama karena negara tersebut terus membangun jaringan pertahanan udara yang lebih luas di bawah program Wisla.

Perkembangan ini terjadi di tengah lonjakan permintaan sistem Patriot secara global, yang didorong oleh dinamika konflik yang semakin intensif yang melibatkan Iran, Israel, dan pasukan AS di Timur Tengah. 

Tekanan pada pasokan telah memaksa Washington untuk lebih bergantung pada sekutu, permintaan yang sekarang menghadapi penolakan.

Trump Mencak-mencak

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan rasa frustrasi yang terbuka, secara publik mengkritik sekutu Eropa atas apa yang ia anggap sebagai kurangnya dukungan.

DONALD TRUMP - Foto Donald Trump diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025). Donald Trump klaim ada negosiasi dengan Iran, Iran membantah
DONALD TRUMP - Foto Donald Trump diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025). Donald Trump klaim ada negosiasi dengan Iran, Iran membantah (Facebook/The White House)

Dalam serangkaian unggahan di Truth Social, ia secara khusus menyebut Prancis dan Inggris karena menolak untuk bersekutu dengan upaya militer AS. Ia menulis,

“Negara Prancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel, yang sarat dengan perlengkapan militer, terbang di atas wilayah Prancis. Prancis SANGAT TIDAK MEMBANTU sehubungan dengan “Penjagal Iran,” yang telah berhasil dieliminasi! AS akan MENGINGATNYA!!! Presiden DJT."

Pernyataan Trump menggarisbawahi perpecahan di dalam aliansi, karena negara-negara Eropa mempertimbangkan kendala politik domestik, kerangka hukum, dan risiko keamanan regional terhadap harapan strategis Washington.

Secara keseluruhan, penolakan Italia, penolakan Polandia, dan retorika tajam Trump menunjukkan fase yang semakin transaksional dalam hubungan NATO, di mana persatuan tidak lagi dianggap sebagai hal yang pasti, dan kepentingan nasional masing-masing menjadi pusat perhatian. (Tribun Trends/Tribunnews/Hasiolan Eko P Gultom)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.