Laporan wartawan TribunJatim.com, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG- Angka kriminalitas di wilayah Kota Malang mengalami penurunan hingga 26 persen pada saat momentum lebaran Hari Raya Idul Fitri 2026 dan Hari Raya Nyepi
Berdasarkan data dari pihak kepolisian Polresta Malang Kota, dari 29 kasus di tahun 2025 menjadi 20 kasus pada periode 2026.
Hasil evaluasi juga menunjukkan kejahatan konvensional turun dari 24 kasus menjadi 16 kasus, atau merosot sekitar 29 persen.
Bahkan, kasus-kasus yang menjadi atensi seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga narkotika berhasil ditekan hingga nol kasus.
Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli menyampaikan, bahwa kondisi tersebut berkat dari adanya pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Selama Operasi Ketupat Semeru 2026 menunjukkan tren yang cukup positif di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Angka kriminalitas justru berhasil ditekan secara signifikan.
Baca juga: Aksi Pencurian Sapi di Situbondo Resahkan Warga, Pelaku Ambil Daging dan Sisakan Tulang
"Ya ini artinya turun 100 persen pada periode operasi tahun ini," ucapnya pada Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, Wiwin menyebut durasi waktu terjadinya kejahatan atau crime clock mengalami selisih sekitar empat menit lebih lama dibandingkan tahun lalu.
Namun, risiko masyarakat menjadi korban kejahatan justru menurun.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi baru yang diterapkan Polresta Malang Kota selama Operasi Ketupat Semeru 2026.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, menjelaskan bahwa pihaknya menghadirkan inovasi layanan berupa microsite sebagai informasi serta pembentukan Tim Urai untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
"Tim Urai kami tempatkan di titik-titik dengan potensi peningkatan mobilitas masyarakat dan volume kendaraan tinggi," jelasnya.
Berdasarkan pemetaan, terdapat lima titik rawan kemacetan, dengan peningkatan volume kendaraan paling signifikan.
Di antaranya berada di Simpang 3 Jembatan Tunggul Mas, Simpang 3 Jembatan Kedungkandang, dan Simpang Tiga Kacuk.
Keberadaan Tim Urai ini dinilai efektif dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Hal ini terlihat dari data pelanggaran lalu lintas yang turun drastis.
Jika pada 2025 tercatat 1.281 pelanggaran, maka pada 2026 tidak ditemukan pelanggaran baik melalui ETLE maupun tilang manual.
Meski jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan tipis dari tujuh menjadi sembilan kejadian, fatalitas korban luka berat berhasil ditekan hingga nihil.
Selain itu, kerugian materiil akibat kecelakaan juga dapat diminimalisir.
"Ya ini semua tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengamanan di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan,"
"Kami juga terus berharap kondisi ini dapat terus berjalan demi menciptakan Kota Malang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat," tandasnya.