Timnas Italia Hattrick Gagal ke Piala Dunia, Gattuso Nangis sambil Minta Maaf
Beri Bagja April 01, 2026 08:33 AM

STEFANO RELLANDINI/AFP
Timnas Italia gagal ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso meminta maaf kepada publik Negeri Piza usai dikalahkan Bosnia-Herzegovina pada final play-off di Zenica (31/3/2026).

BOLASPORT.COM - Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, meminta maaf kepada publik Negeri Piza setelah gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.

Mimpi buruk Italia berlanjut dengan kegagalan tampil di hajatan besar FIFA untuk tiga kali beruntun.

Ambisi mereka kali ini dihancurkan timnas Bosnia-Herzegovina pada final play-off Path A Zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa (31/3/2026).

Timnas Italia takluk secara tragis melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Memilukan bagi Azzurri karena mereka mampu unggul lebih dulu pada babak pertama melalui gol Moise Kean, yang diawali blunder kiper musuh.

Bencana awal dialami Italia akibat kartu merah Alessandro Bastoni menjelang akhir babak pertama.

Tinggal menunggu waktu untuk Bosnia menyamakan skor, di mana momennya terjadi pada sepuluh menit terakhir waktu normal.

Sontekan Haris Tabakovic membuat kedudukan sama kuat, yang tak bisa diubah lagi sampai akhir babak tambahan waktu.

Di ajang tos-tosan, tendangan ambyar Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante mengirim Si Biru pulang tanpa tiket ke Amerika Utara.

Timnas Italia harus menerima fakta gagal kembali tampil di Piala Dunia karena hancur di fase play-off.

Secara beruntun, mereka disingkirkan Swedia (2018), Masedonia Utara (2022), dan kini Bosnia-Herzegovina (2026).

Sentuhan tangan Giampiero Ventura, Roberto Mancini, sampai Gennaro Gattuso tetap tidak mampu mengusir aib untuk tim pengoleksi empat trofi Piala Dunia.

Gattuso sangat menyesali kegagalan tersebut sambil tetap mengapresiasi pasukannya.

"Para pemain tidak pantas menerima kekalahan ini mengingat penampilan, dedikasi, dan semangat mereka," ujarnya kepada Rai, sambil memperlihatkan tangisan kecil di matanya.

"Kami memiliki tiga peluang mencetak gol yang jelas. Sayang sekali, tapi begitulah sepak bola."

"Saya bangga pada para pemain saya. Ini menyakitkan karena Piala Dunia sangat penting bagi kami, bagi keluarga kami, bagi seluruh warga Italia, dan bagi dunia olahraga kami."

"Ini adalah pukulan yang sulit diterima oleh semua orang."

"Saya minta maaf karena tak bisa membawa Italia ke Piala Dunia. Butuh waktu untuk pulih dari pukulan yang sangat berat ini bagi saya."

Reaksi kiper timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, setelah dikalahkan Bosnia-Herzegovina via adu penalti dan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
ELVIS BARUKCIC/AFP
Reaksi kiper timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, setelah dikalahkan Bosnia-Herzegovina via adu penalti dan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

"Masa depan saya? Membicarakannya sekarang tidak penting, tapi ini menyakitkan, saya benar-benar menyesal," ucap sang legenda AC Milan.

Dalam pertandingan di Zenica, awak timnas Italia juga beberapa kali memprotes keputusan wasit Clement Turpin yang dianggap kontroversial.

Namun, Gattuso tak mau membahas hal tersebut dan lebih menyoroti kesalahan yang dilakukan pemainnya.

Selain eror Bastoni, ada pula kegagalan fatal Kean, yang tak bisa mencetak gol kedua dalam situasi satu lawan satu dengan kiper.

"Begitulah sepak bola. Kadang saya merayakannya, kadang saya menderita, tapi tim ini bahkan mengejutkan saya dengan apa yang mereka tunjukkan di lapangan," lanjutnya.

"Sudah bertahun-tahun kita tidak melihat tim nasional dengan semangat seperti ini."

"Kami bisa saja mencetak gol kedua, tapi itu tak penting sekarang. Sepertinya kami bisa berbuat lebih, tapi hari ini kami melakukan apa yang harus dilakukan."

"Insiden-insiden itu menghancurkan kami. Kami membuat kesalahan seperti kartu merah, tapi tim telah memberikan segalanya," tegas Gattuso.

Di pihak lain, timnas Bosnia-Herzegovina merayakan kelolosan ke Piala Dunia 2026 sebagai edisi keduanya pascaturnamen di Brasil 2014.

Di fase grup nanti, Edin Dzeko dkk masuk Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Swiss.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.