Gappri Sigi Bawakan Musik Lokal Berjudul So te dirindu
Regina Goldie April 01, 2026 09:09 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gampiri Interaksi Lestari menggelar program aktivasi Maret di Gampiri Comunal Space yang berlokasi di Jl Karajalembah, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, pada Selasa (31/3/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas untuk menyuarakan isu sosial, budaya, dan lingkungan melalui pendekatan kreatif.
Program aktivasi tersebut dihadiri oleh sejumlah komunitas lokal yang turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan dari PAPPRI Sigi yang menghadirkan nuansa musik lokal.

Dalam kegiatan tersebut, PAPPRI Sigi diwakili oleh Yudi yang turut menyampaikan sejarah terbentuknya organisasi PAPPRI kepada para peserta yang hadir.

Penjelasan ini menjadi bagian penting untuk memperkenalkan peran PAPPRI dalam perkembangan musik di daerah.

"PAPPRI merupakan wadah bagi para pencipta lagu dan musisi untuk terus berkarya serta melestarikan musik, khususnya yang berbasis kearifan lokal. Kehadiran PAPPRI Sigi di kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan komunitas kreatif di Kota Palu dan Kabupaten Sigi," kata Yudi dalam sambutannya didepan tamu undangan.

Baca juga: Perempuan Mahardika Palu Sajikan Desain Zine Bertemakan IWD Pada Program Aktivasi Maret Gampiri

Suasana semakin hidup ketika PAPPRI Sigi mulai menampilkan pertunjukan musik di area kegiatan yang dikelilingi pepohonan dan tata cahaya berwarna-warni. Penonton tampak antusias menyaksikan penampilan tersebut.

Dalam pertunjukannya, PAPPRI Sigi membawakan karya musik berjudul “Sotedirindu”.

Lagu ini menggunakan bahasa lokal daerah Palu dan Sigi, yang sarat dengan nuansa emosional dan kedekatan dengan kehidupan masyarakat setempat.

Lagu “Sotedirindu” berhasil menarik perhatian penonton karena liriknya yang sederhana namun menyentuh. Musik yang dibawakan juga terasa khas dengan sentuhan daerah yang kental.

Selain itu, PAPPRI Sigi juga membawakan lagu berjudul “Tabe”.

Lagu ini memiliki makna “permisi” dalam bahasa Indonesia dan mengangkat nilai-nilai budaya serta etika dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Sigi.

Melalui lagu “Tabe”, pesan tentang pentingnya sopan santun dan penghormatan terhadap sesama disampaikan dengan cara yang ringan namun bermakna. Penonton terlihat menikmati setiap alunan musik yang dibawakan.

Baca juga: 1.163 Penumpang KM Dharma Kencana V Tiba di Pelabuhan Donggala Saat Arus Balik Lebaran

Penampilan PAPPRI Sigi tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat yang hadir.

"Lagu-lagu ini mengingatkan betapa pentingnya menjaga bahasa dan tradisi lokal," jelasnya.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa seni musik dapat menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan sosial dan budaya.

Kolaborasi antar komunitas dalam acara ini semakin memperkaya ragam ekspresi yang ditampilkan.

Melalui partisipasi PAPPRI Sigi, kegiatan aktivasi Gampiri Interaksi Lestari semakin mempertegas komitmen untuk menghadirkan ruang kreatif yang inklusif.

Yudi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mendorong pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.