TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan otak, masih belum digandrungi masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali.
Bahkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Gianyar mencatat tingkat konsumsi ikan warganya baru 31,3 kg per kapita per tahun.
Jumlah tersebut masih jauh di bawah rata-rata konsumsi ikan warga Bali secara global, yakni 45 kg dan nasional 54 kg.
Makin ironi, target ideal konsumen ikan berada di angka 72 kg.
Baca juga: Bagikan 200 Paket Olahan Ikan ke Warga, Upaya Pemkab Badung Cegah Stunting dan Gizi Seimbang
Kecilnya tingkat konsumsi ikan ini bukan karena Gianyar kekurangan ikan, melainkan masyarakat belum terbiasa.
Pejabat Fungsional Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Gianyar, Dewa Warmadewa, Selasa 31 Maret 2026, menjelaskan ketersediaan ikan di Gianyar setiap tahunnya relatif tinggi, yakni 1.230 ton per tahun.
Secara produksi, dominasi ikan air tawar, yang sebagian besar berpusat di Kecamatan Gianyar, sebanyak 624 ton dan di Kecamatan Blahbatuh sebanyak 495 ton.
Luas lahan untuk produksi ikan air tawar di Gianyar secara keseluruhan seluas 31 are, dan ada sebagian yang menggunakan bak dari terpal plastik. Hal ini biasanya digunakan untuk budidaya lele.
"Produksi ikan air tawar kita rata-rata 1.230 ton per tahun," ujarnya.
Selain air tawar, Gianyar juga memiliki potensi ikan laut. Dengan jumlah nelayan secara keseluruhan 380 orang, setiap tahun Gianyar memiliki 661.992 ton ikan laut.
Menyikapi minimnya tingkat konsumsi ikan ini, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pentingnya mengonsumsi ikan. Sosialisasi dilakukan dengan menggelar lomba kuliner berbahan dasar ikan.
"Sosialisasi juga diberikan kepada anak didik mulai dari tingkat TK sampai SMP, " ujarnya. (*)