PROHABA.CO - Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan kali ketiga usai tak lolos di tahun 2018 dan 2022.
Hasil Bosnia dan Herzegovina vs Italia ditentukan melalui adu penalti 4-1 dalam laga playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica pada Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Italia kembali harus menelan pil pahit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Kekalahan dari Bosnia & Herzegovina pada laga play-off, memastikan Gli Azzurri absen untuk ketiga kalinya secara beruntun dari ajang sepak bola terbesar dunia.
Hasil adu penalti dengan skor 4-1 menjadi penentu nasib Italia.
Kekalahan ini menambah daftar panjang kegagalan mereka setelah sebelumnya tidak lolos pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
Pada 2018, Italia disingkirkan Swedia dengan agregat 0-1, sementara pada 2022 secara mengejutkan kalah 0-1 dari Makedonia Utara di semifinal play-off.
Kini, kegagalan di 2026 semakin memperburuk catatan sejarah sepak bola Italia.
Sejarah Kegagalan Italia
Italia sejatinya adalah salah satu negara dengan tradisi sepak bola kuat, empat kali juara dunia, dan dikenal sebagai rumah bagi banyak legenda.
Namun, kegagalan beruntun ini menjadi catatan kelam.
Sebelum era modern, Italia pernah absen di Piala Dunia 1930 karena menolak berpartisipasi, serta gagal lolos pada 1958.
Kini, tiga kali gagal berturut-turut (2018, 2022, dan 2026) menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia.
Baca juga: Italia Tumbangkan Irlandia Utara 2-0, Gli Azzurri Melaju ke Final Play-off Piala Dunia 2026
Drama Kartu Merah dan Adu Penalti
Pertandingan melawan Bosnia penuh drama. Italia sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean di menit ke-15 setelah memanfaatkan kesalahan kiper Bosnia.
Namun, momentum berubah drastis ketika bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, mendapat kartu merah di menit ke-41 akibat tekel keras terhadap Amar Memic.
Sejak itu, Italia harus bermain dengan 10 pemain.
Aksi bek yang membela Inter Milan ini sangat disayangkan dan lebih kepada keputusan yang ceroboh.
Pasalnya ruang pemain Bosnia sebenarnya tidak cukup ideal, masih ada kesempatan bagi Donnarumma untuk maju dan menutup celah.
Selain itu, pertandingan baru memasuki menit ke-40, sehingga jika golpun masih ada waktu panjang untuk membalasnya, terlebih Italia tidak dalam posisi tertinggal.
Sebelum kartu merah ini, Italia sejatinya dalam posisi unggul 1-0 setelah gol dari Moise Kean di menit ke-15'.
Gol itu sendiri tercipta usai kiper Bosnia melakukan kesalahan dalam mengumpan setelah ditekan oleh Mateo Retegui.
Nicolo Barella mencegat umpan dan kemudian mengoper kepada Kean yang langsung menyambar bola ke sudut atas gawang yang akhirnya menjadi gol.
Setelah gol itu, Bosnia langsung merespon Italia, bahkan mereka banyak memberi tekanan dengan 13 tembakan.
Italia yang menguasai 55 persen penguasaan bola masih bisa menjaga gawang mereka dari kebobolan di babak pertama.
Namun di babak kedua, keunggulan pemain di atas lapangan ini benar-benar dimanfaatkan Bosnia dengan serangan habis-habisan.
Mereka memberondong pertahanan Italia dengan rentetan percobaan tembakan serta penguasaan bola yang sangat dominan mencapai 76 persen.
Bosnia memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan dominasi penuh di babak kedua.
Mereka mencatat penguasaan bola hingga 76 persen dan melancarkan serangan bertubi-tubi.
Gianluigi Donnarumma tampil heroik dengan beberapa penyelamatan krusial, tetapi akhirnya kebobolan di menit ke-79 lewat gol Haris Tabakovic yang menyambar bola muntah hasil tepisan Donnarumma.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Di babak tambahan, Italia masih menunjukkan perlawanan. Sandro Tonali terus mengatur tempo di lini tengah meski Bosnia tetap dominan dalam penguasaan bola.
Menariknya, ada momen kontroversial: pelanggaran Tarik Muharemovic terhadap Marco Palestra hanya diberi kartu kuning, meski situasinya mirip dengan pelanggaran Bastoni.
Meski kelelahan, Italia mampu bertahan hingga adu penalti setelah tidak ada gol di 2x 15 menit.
Baca juga: Gattuso Minta Maaf, Italia Gagal Lolos Langsung ke Piala Dunia Usai Kalah dari Norwegia 1-4
Di sinilah Italia benar-benar runtuh.
Dari empat eksekutor, hanya Sandro Tonali yang berhasil mencetak gol.
Francesco Pio Esposito menendang bola melambung, Bryan Cristante membentur mistar, sementara eksekusi lainnya gagal.
Sebaliknya, empat penendang Bosnia sukses menaklukkan Donnarumma, memastikan kemenangan 4-1, yang akhirnya menjadi kekalahan Italia dan gagal ke Piala Dunia.
4 Negara Eropa Terakhir Lolos ke Piala Dunia 2026
1. Bosnia (mengalahkan Italia)
2. Republik Ceko (mengalahkan Denmark)
3. Turkey (mengalahkan Kosovo)
4. Swedia (mengalahkan Polandia)
Baca juga: Italia Menang Dramatis atas Moldova, Kans Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026 Masih Tipis
Baca juga: Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Belanda dan Jerman Lolos Otomatis