TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU- Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah turut menjadi perhatian jajaran Polresta Mamuju.
Sejumlah SPBU di Kabupaten Mamuju, terus dipantau oleh personel kepolisian Polresta Mamuju dan Polsek Urban Mamuju.
Setiap hari hingga malam hari, polisi mendatangi satu persatu SPBU di Kota Mamuju untuk memastikan tidak ada kelangkaan di tengah isu beredar.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 130, Memahami Mitigasi Bencana
Baca juga: Sopir Travel Majene-Mamuju Menjerit, Antre BBM Berjam-jam hingga Stok Pertalite Ludes
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terjadi kelangkaan BBM dan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) terkait adanya isu kenaikan harga.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan patroli ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mamuju tetap kondusif
Dan pastikan distribusi BBM tetap tepat sasaran dan mencegah terjadinya kelangkaan BBM serta antrean panjang yang mengganggu ketertiban umum. Lanjutnya
Pengawasan dilakukan secara rutin, terutama pada jam-jam rawan di malam hari dengan melakukan patroli Intensif. Tambahnya
Khusus untuk wilayah perkotaan, Polresta Mamuju mengerahkan personel Tim Patmor Polresta Mamuju setiap harinya.
"Setiap malam, sebanyak 8 personel dari Polresta Mamuju turun langsung melakukan patroli pengawasan ketat ke sejumlah SPBU di dalam kota," ujar Kasi Humas
Selain memantau ketersediaan stok, petugas juga memberikan imbauan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan jerigen dan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi.
Tidak hanya di pusat kota, pengawasan ini juga dilakukan secara masif di wilayah hukum Polresta Mamuju lainnya melalui jajaran Polsek.
"Perintah ini berlaku menyeluruh. Seluruh Polsek jajaran juga melakukan hal yang sama di wilayah masing-masing untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik kecurangan," tegas Herman.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum yang tegas jika ditemukan adanya oknum yang nekat melakukan penimbunan BBM.
Merespons isu kenaikan harga BBM yang berkembang di masyarakat, Iptu Herman Basir meminta warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu kelangkaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk melapor jika melihat adanya aktivitas mencurigakan terkait penimbunan BBM. Kami pastikan ketersediaan stok masih aman, dan kami akan terus berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif," pungkasnya.(*)