Seorang Perempuan Tewas Bersimbah Darah, Pelakunya Laki-laki Sempat Kepergok Kabur
M.Risman Noor April 01, 2026 12:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sempat berteriak minta tolong, namun nyawa seorang perempuan di Lampung, Sumatera Selatan tak tertolong.

Korban tewas bersimbah darah diduga dibacok pelaku seorang lelaki, Selasa (31/3/2026) malam.

Korban berinisial M (40), warga Bukit Kemuning Lampung ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumahnya sekitar pukul 21.30 WIB.

Pelaku diketahui seorang lelaki yang sempat kepergok warga keluar dari rumah korban.

Diketahui korban M, perempuan asal Lampung diduga tewas dibunuh di Dusun Sungai Tebu, Desa Gunung Terang, Kecamatan Madang Suku I, Selasa (31/3/2026) malam.

Baca juga: Penyebab Kejagung Geledah KSOP Banjarmasin Terkait Korupsi Tambang, Pengembangan Kasus Samin Tan

Baca juga: Waspada April - Oktober 2026 Kemarau Ekstrem Landa Indonesia, Munculnya Fenomena Godzilla El Nino

Meski sempat mendapat pertolongan dari warga dan tenaga kesehatan setempat, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah seorang warga mendengar teriakan dari arah rumah korban.

Rasa curiga mendorong warga melakukan pengecekan, hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi terluka parah.

“Saksi mendengar teriakan cukup keras dari dalam rumah. Saat didatangi, korban sudah tergeletak dengan luka serius. Warga langsung panik dan berupaya memberikan pertolongan,” ungkap keterangan yang dihimpun dari kepolisian.

Petugas yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan serangkaian tindakan cepat.


Mulai dari olah TKP, pengamanan barang bukti, hingga pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku, serta satu unit telepon genggam milik korban.

Selain itu, keterangan saksi menyebutkan adanya seorang laki-laki yang terlihat berlari meninggalkan lokasi sesaat setelah kejadian.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD OKU Timur Tulus Ayu untuk dilakukan autopsi dan Visum et Repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku.

“Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi dan saat ini dalam pengejaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses penyelidikan dilakukan secara komprehensif, termasuk menunggu hasil autopsi untuk memperkuat konstruksi hukum perkara.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut membantu dengan memberikan informasi terkait keberadaan pelaku.

Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap motif serta memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

Baca juga: Pemeriksaan Administrasi Penerimaan Anggota Polri di Polres Tabalong Libatkan Pengawas Eksternal

Barbuk Sebilah Pisau Ditemukan

Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan satu bilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut, serta satu unit telepon genggam milik korban.

Selain itu, keterangan saksi menyebutkan adanya seorang laki-laki yang terlihat berlari meninggalkan lokasi sesaat setelah kejadian.

Barang bukti utama sudah diamankan, termasuk pisau yang diduga digunakan pelaku. Keterangan saksi juga sangat membantu dalam mengarah pada identifikasi pelaku.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD OKU Timur Tulus Ayu untuk dilakukan autopsi dan Visum et Repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini tengah melakukan pengejaran intensif.

“Sejak laporan diterima, tim langsung bergerak cepat. Kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi. Identitas terduga pelaku telah kami kantongi dan saat ini dalam pengejaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses penyelidikan dilakukan secara komprehensif, termasuk menunggu hasil autopsi untuk memperkuat konstruksi hukum perkara.

“Hasil autopsi dan VER akan menjadi dasar penting dalam pembuktian. Kami pastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan hingga pelaku berhasil diamankan,” lanjutnya.

Polda Sumatera Selatan juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam membantu pengungkapan kasus tersebut dengan memberikan informasi yang relevan.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera melapor ke Polres OKU Timur, Polsek terdekat, atau melalui layanan 110. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” pungkasnya.

(Sripoku.com /banjarmasinpost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.