Panjang Antrean Isi BBM di SPBU Polman Hingga 4 Km Padahal Harga Tidak Naik Stok Tersedia 24 Ton
Ilham Mulyawan April 01, 2026 01:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Antrean kendaraan di SPBU Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) semakin padat, Rabu (1/4/2026) siang.

Panjang antrean mengular hingga 4 Kilometer (Km), berjejer di sebagian bahu jalan.

Baca juga: Pemprov Akan Hibahkan Lahan untuk Kantor Kementerian Haji Sulbar Rencananya di Tadui Mamuju

Baca juga: 2 Shio Ini Bakal Hadapi Hari Menantang Besok, Ada Potensi Konflik dan Pengeluaran Tak Terduga

Akibatnya arus lalu lintas di sepanjang Jl Andi Depu, Kelurahan Pekkabata macet parah.

Nampak personel Patroli Motor (Patmor) Polres Polman ikut mengatur antrean kendaraan.

Membludaknya antrean ini sudah berlangsung selama tiga hari terakhir, namun semakin padat tiap harinya.

Pihak SPBU Pekkabata menyebut stok BBM tiap harinya mencapai 24 ton, serta harganya tidak alami perubahan.

"Harga tidak alami kenaikan, sementara stok tiap hari itu capai 24 ton per hari, ini cukup seharian," kata admin SPBU Pekkabata, Natas Jasmadi kepada wartawan.

Dia menyampaikan antrean ini sudah terjadi selama beberapa hari terakhir, namun terpadat hari ini.

Disebutkan antrean ini disebabkan karena adanya kepanikan warga atas kelangkaan BBM dan kenaikan harga.

Padahal pemerintah sudah menyatakan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM.

"Akhirnya seperti ini antreannya karena ada kepanikan warga, kita juga sudah ajukan penambahan kuota," ungkapnya.

Natas menyampaikan akibat antrean padat, seorang emak-emak bahkan jatuh pingsan karena kepanasan.

anteran panjang hingga 4 kilometer
ANTREAN KENDARAAN - Antrean panjang kendaraan di SPBU Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) semakin padat, Rabu (1/4/2026) siang ini.

Dia mengimbau emak-emak agar lebih dulu sarapan sebelum ikut mengantre BBM agar tidak kelelahan karena antrean padat.

Sementara itu, sopir angkutan umum, Bahar mengeluhkan antrean padat di SPBU Pekkabata ini.

Bahar mengaku harus antre selama lima jam, mulai pagi buta hingga siang hari karena sulitnya peroleh BBM.

"Kita ini sopir angkot kehabisan waktu di sini, nda ada penumpang didapat, pemasukan berkurang ini," keluh Bahar.

Dia mengaku kehabisan waktu untuk antre BBM mulai pagi hingga siang hari, tanpa harus menarik penumpang.

Meski begitu, Bahar tetap memilih antre karena stok BBM dalam tangki mobilnya sudah menipis.

Dia juga heran lantaran BBM di sejumlah pengecer pinggir jalan serentak habis dan sulit lagi dijumpai. 

Pertamina Pastikan Tak Ada Kenaikan

Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dengan mengikuti arahan kebijakan Pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik non-subsidi maupun BBM bersubsidi.

Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Sulawesi berada dalam kondisi aman dan terus dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa penguatan suplai dan monitoring distribusi dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah operasional.

“Pertamina memastikan ketersediaan BBM di wilayah Sulawesi tetap terjaga dengan baik. Distribusi terus berjalan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, sehingga masyarakat dapat mengakses energi secara optimal,” ujar Lilik.

Ia menambahkan bahwa Pertamina terus melakukan pengawasan intensif serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.