Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardianto Kenneth menilai konser Avenged Sevenfold merupakan bagian dari visi besar menjadikan Jakarta sebagai destinasi utama dalam peta tur dunia musisi internasional, yang diyakini berdampak pada sektor ekonomi kreatif.
"Konser berskala global seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi katalis ekonomi. Dampaknya akan terasa langsung pada sektor ekonomi kreatif, mulai dari event organizer, produksi, hingga pekerja kreatif lokal," kata Kenneth di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, efek ekonomi tersebut akan meluas ke berbagai sektor pendukung, termasuk peningkatan okupansi hotel, pertumbuhan omzet kuliner, serta aktivitas ekonomi di sekitar venue, yakni Jakarta International Stadium (JIS) dan wilayah Jakarta secara umum.
Dari sisi fiskal, lanjut Bang Kent, sapaan akrabnya, konser tersebut berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta melalui pajak hiburan, hotel, dan restoran.
Selain itu, pemanfaatan JIS sebagai venue konser internasional juga dinilai mampu memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang siap menjadi tuan rumah event berskala besar.
"Ini langkah penting untuk membangun positioning DKI Jakarta sebagai destinasi event internasional yang kompetitif dan mampu menarik investasi dan kegiatan berskala besar di masa depan," ujar Kent.
Lebih lanjut, Bang Kent mengatakan pemanfaatan JIS sebagai venue konser internasional menunjukkan kesiapan infrastruktur Jakarta untuk bersaing dengan kota-kota global lainnya.
Oleh karena itu, dia meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh acara tersebut, baik dari sisi regulasi, keamanan, maupun kenyamanan.
"Dengan pengelolaan yang optimal, konser Avenged Sevenfold di JIS diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan musik semata, tetapi juga simbol kekuatan ekonomi kreatif Jakarta yang terus berkembang dan berdaya saing," tutur Kent.
Sementara itu, CEO Ravel Entertainment dan Founder Hammersonic Festival Ravel Junardy mengungkapkan di balik megahnya panggung yang akan berdiri, tersimpan proses panjang dan strategi matang, termasuk peran Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, yang disebut berhasil meyakinkan Ravel Entertainment untuk membawa band rock dunia tersebut ke Jakarta.
Konser band asal Amerika Serikat itu akan diadakan pada 10 Oktober 2026 di JIS, Jakarta Utara.
Menurut Ravel, inisiatif mendatangkan Avenged Sevenfold telah bergulir sejak awal 2025. Saat itu, kata dia, Bang Kent aktif mendorong realisasi konser melalui serangkaian diskusi strategis, mulai dari pemetaan potensi pasar, analisis tren konser musik internasional, hingga perumusan konsep pertunjukan yang relevan dengan ekspektasi penonton masa kini.
Pendekatan tersebut juga mencakup evaluasi keberhasilan berbagai konser yang sebelumnya digarap oleh Ravel Entertainment, termasuk tingginya penjualan tiket, kuatnya interaksi penggemar di media sosial, serta loyalitas komunitas penggemar Avenged Sevenfold di Indonesia.
Kombinasi faktor itu pun dinilai menjadi dasar kuat dalam meyakinkan promotor terkait prospek komersial dan dampak jangka panjang dari konser tersebut.
Ravel menegaskan keputusan menghadirkan Avenged Sevenfold ke Jakarta bukan hanya karena popularitas band, tetapi juga kesiapan industri konser dalam negeri.
Dia memandang Indonesia kini memiliki infrastruktur, audiens, dan kapasitas produksi yang semakin matang.
"Dorongan dan keyakinan yang dibawa oleh Bang Kenneth turut memperkuat keputusan kami untuk merealisasikan konser ini," ungkap Ravel.
Sebagai informasi, penjualan tiket resmi konser Avenged Sevenfold akan dimulai pada 6 April 2026 untuk sesi Deathbat Pre-Sale pukul 13.00 WIB, serta 8 April 2026 untuk General Sale pukul 13.00 WIB. Tiket dapat dibeli secara eksklusif melalui situs resmi www.a7xindonesia.com.





