Hujan Deras Picu Banjir Susulan di Gayo Lues, 13 Rumah dan SMAN 1 Pining Terendam
Sri Widya Rahma April 01, 2026 03:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues 

TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues menyebabkan banjir susulan yang sempat membuat warga panik dan mengungsi ke tempat yang lebih aman pada Selasa (31/3/2026) malam.

Baca juga: Korban Banjir Tempati Huntara di Aceh Keluhkan Bayar Listrik, Janji Gratis, Begini Respon Menteri PU

13 Rumah dan SMA Negeri 1 Pining Terendam

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan TribunGayo.com, Rasidan, banjir susulan terjadi di Desa Pertik, Kecamatan Pining.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Kulit meluap hingga merendam permukiman warga.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 13 unit rumah warga terendam banjir bercampur lumpur.

Selain itu, bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pining juga terdampak, dengan kondisi terendam air dan lumpur.

Warga serta dewan guru yang tinggal di kompleks sekolah terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Akses Jalan Putus di Pantan Cuaca

Di wilayah lain, hujan deras juga mengakibatkan putusnya akses jalan menuju Desa Seneren dan Kampung Kurnia di Kecamatan Pantan Cuaca.

Baca juga: Pembersihan Lingkungan Terdampak Banjir di 2 Daerah Aceh Melalui Padat Karya, Rp120.000 per Hari

Jalan tersebut rusak setelah diterjang banjir dari luapan Sungai Kala Nangka.

"Akses jalan menuju desa Seneren dan Kampung Kurnia putus total, setelah diterjang banjir air sungai Kala Nangka.

Bahkan warga sempat panik dan was-was," kata Camat Pantan Cuaca, Abdul Gani dibenarkan sejumlah warga lain kepada TribunGayo.com, Rabu (1/4/2026).

Air Surut, Aktivitas Sekolah Masih Diliburkan

Sementara itu, Kapolsek Pining, Ipda Safuandi SH, mengatakan bahwa banjir susulan di Desa Pertik kini telah surut.

Namun, aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Pining masih diliburkan.

Ia menjelaskan, genangan air sebelumnya menyebabkan lumpur mengendap di lingkungan sekolah dan rumah warga.

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Kulit setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

"Aparat kepolisian dari Polsek bersama personel TNI dari Koramil dan warga sempat berjaga-jaga, hingga memastikan air sungai  normal kembali dan tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari  air sudah mulai surut.

Namun warga sebelumnya sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman," jelas Ipda Safuandi. (*)

Baca juga: Sejumlah Korban Banjir di Bener Meriah Protes belum Terima Huntara, Begini Tanggapan Pemkab

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.