TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Perumda Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan terus memperkuat pengawasan kualitas air minum pelanggan dengan melengkapi fasilitas laboratorium.
Kehadiran laboratorium dan alat cangguh ini ini memungkinkan pengujian kualitas air dilakukan secara mandiri, cepat, dan terukur.
Direktur Utama Perumda Giri Nawa Tirta, Za’ari menjelaskan, laboratorium tersebut dilengkapi berbagai peralatan untuk menguji parameter penting air, mulai dari tingkat kekeruhan hingga kandungan zat di dalamnya.
“Di laboratorium ini ada alat pengukur Total Dissolved Solid (TDS) untuk mengetahui kepadatan atau total zat padat terlarut, alat uji kekeruhan air, serta alat pengukur tingkat keasaman atau pH,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Sapi Milik Kiai di Situbondo Dijagal di Kandang, Pelaku Diduga Dua Orang
Selain itu, tersedia pula chlorine test kit untuk mengukur sisa klorin dalam air.
Hal ini penting, kata Za’ari karena bisa digunakan untuk memastikan kadar disinfektan tetap dalam batas aman sesuai standar kesehatan.
“Klorin itu berfungsi sebagai disinfektan, tapi kalau berlebihan juga tidak baik. Maka harus terus dipantau agar tetap sesuai ambang batas,” jelasnya.
Keberadaan laboratorium ini juga memberikan keuntungan dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Setiap keluhan terkait kualitas air dapat segera ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung dan perbaikan instalasi di lapangan.
“Kalau ada komplain, tim bisa langsung turun, cek kualitas air, dan melakukan pembenahan. Jadi penanganannya lebih cepat dan tepat karena tidak perlu ke laboratorium,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari program pengamanan air minum, Perumda Giri Nawa Tirta juga melakukan pengujian secara rutin.
Pemeriksaan dilakukan setiap bulan terhadap sumber air dan jaringan distribusi hingga pelanggan.
“Saat ini ada sekitar 25 titik sampling yang kami cek setiap bulan, baik di sumber maupun di pelanggan,” katanya.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi pencemaran, seperti kebocoran jaringan yang memungkinkan masuknya material asing ke dalam aliran air.
“Dengan penguatan fasilitas laboratorium dan pengawasan berkala, kami terys berkomitmen menjaga kualitas air tetap aman, layak konsumsi,“ tutupnya.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)