Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU – Antrean panjang kendaraan memadati SPBU di Jl Moh Yamin, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, sejak sore hingga malam hari, Selasa (31/3/2026).
Pantauan TribunPalu.com menunjukkan antrean mengular hingga ratusan meter, meluber hingga badan jalan di Jl Moh Yamin dan persimpangan Jl Tanjung Manimbaya.
Kendaraan roda dua mendominasi antrean, sementara mobil harus menunggu lebih lama karena jalur pengisian terbatas.
Baca juga: Anggota DPRD Muslimin Soroti Jalan Rusak Desa Labota dan Mekarti Morowali, Desak Pemda Bertindak
Situasi ini membuat arus lalu lintas di sekitar SPBU tersendat, menimbulkan kepadatan yang cukup mengganggu pengguna jalan lainnya.
Beberapa pengendara terlihat harus bersabar menunggu giliran, sementara sebagian memilih mencari SPBU alternatif.
Salah seorang pengendara motor, Ahmad, mengaku sengaja datang lebih awal untuk mengisi BBM sebelum aturan baru diberlakukan.
“Informasi soal pembatasan BBM ini membuat saya khawatir tidak kebagian, jadi lebih baik datang lebih awal,” ujarnya.
Fenomena antrean panjang ini dipicu oleh beredarnya informasi terkait pembatasan pembelian BBM dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2026.
Baca juga: Dirjen Imigrasi Baru Dilantik, Menteri Imipas Tekankan Program Aksi dan Pelayanan Publik
Meski kabar yang beredar sempat menyebut kenaikan harga, sebenarnya kebijakan yang diterapkan hanya berupa pembatasan kuota pembelian.
Namun, kesalahpahaman informasi membuat masyarakat berbondong-bondong mengisi bahan bakar.
Petugas SPBU berupaya mengatur antrean agar tetap tertib.
Mereka meminta pengendara untuk mengikuti jalur yang sudah ditentukan dan menunggu giliran dengan sabar.
Meski demikian, tingginya volume kendaraan membuat pengaturan di lapangan tetap menjadi tantangan tersendiri.
Warga lainnya, Sari, menambahkan bahwa antrean yang panjang ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Transformasi Digital Layanan Pertanahan Diiringi Penguatan Aspek Keamanan dan Kepastian Hukum
“Saya harus menunggu lebih dari setengah jam hanya untuk mengisi motor saya. Semoga pihak terkait bisa menjelaskan kebijakan ini dengan lebih jelas agar tidak terjadi kepanikan lagi,” katanya.
Pihak SPBU berharap sosialisasi yang lebih rinci dari pemerintah terkait pembatasan BBM dapat meminimalisir kepadatan di masa mendatang.(*)