Pengalaman Berkunjung ke Fort Willem Saat Mudik Lebaran
GH News April 01, 2026 05:09 PM
Ambarawa -

Mudik Lebaran tahun ini, kami berkunjung ke Benteng Fort Willem, bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Seperti apa kisahnya?

Setiap kali saya pulang mudik, dari arah Bawen menuju Magelang, saya akan melewati jalan di sisi Rawa Pening. Di sebelah kanan jalan, tampak sebuah bangunan tua peninggalan Belanda yang tampak tidak terurus, dan diselimuti tanaman liar.

Saya selalu membayangkan untuk mengunjungi tempat ini sewaktu-waktu. Berita bagusnya, pemerintah daerah telah menggelontorkan dana untuk merenovasi lokasi ini dan telah dibuka untuk umum sejak akhir tahun 2025.

Nama obyek wisata ini adalah Fort Willem. Sebuah benteng peninggalan Belanda yang terletak di Ambarawa. Pada mudik tahun 2026 ini, mengunjungi ke obyek wisata ini masuk dalam wishlist.

Saya mengunjungi situs ini dalam perjalanan kembali dari mudik, karena situs ini lokasinya searah dengan jalan pulang. Lokasinya sudah sangat bersih dan parkir yang tersedia cukup besar.

Bentengnya berbentuk persegi dengan ekstensi pada setiap sudutnya. Bangunan bentengnya cukup besar dan panjang dengan campuran bata dan plester bercat warna putih pada dindingnya.

Saat ini, pada salah satu benteng yang sudah di pugar, lantai satu berfungsi sebagai restoran, sedangkan lantai duanya dibiarkan kosong terbuka.

Banyak ruangan dalam gedung yang saling terhubung dengan pintu dengan atas melengkung. Hanya sebagian kecil bangunan di fort ini yang sudah dipugar. Sisanya masih berupa bangunan tua yang ditumbuhi rumput liar.

Meskipun banyak bangunan, akan tetapi, fungsi dari setiap bangunan tidak saya ketahui. Kenapa Belanda membangun fort ini? Kapan benteng ini di bangun? Atas perintah siapa?

Sebagai turis, ekspektasi saya adalah mendapatkan informasi yang cukup memuaskan mengenai benteng ini, termasuk sejarah dan cerita-cerita lain yang menarik. Sayangnya, informasi mengenai benteng ini yang tersedia di lokasi masih minim.

Memang, salah satu hal yang masih cukup kurang dari obyek wisata Fort Willem adalah narasi, atau story telling. Saya memaklumi, dengan biaya masuk yang cukup murah sebesar 15 ribu untuk berkeliling benteng dan 25 ribu kalau ingin masuk ke arena mobil antik, saya kira mengharapkan narasi layaknya museum modern masih jauh panggang dari api.

Lagi pula, narasi apa yang mau dibangun dengan pameran mobil antik di benteng Belanda di belantara Jawa ini? Di loket pembelian tiket, ada beberapa poster yang bergambar Panglima Sudirman dan juga Pangerang Diponegoro. Apakah kedua tokoh ini memiliki hubungan dengan benteng ini?

Yang jelas, informasi ini juga tidak saya dapatkan ketika berkeliling benteng. Apakah drama pertunjukan musikal yang terdapat dalam salah satu poster mampu mengisi kehausan saya akan informasi mengenai lokasi ini?

Sayangnya, saya belum ada waktu untuk menonton pertunjukan ini. Yang saya dapati di dalam benteng adalah restoran sepi dan juga deretan penjaja jajanan dengan dekor toko yang berisi barang-barang tua.

Ada TV tua dengan merek nasional, TV yang pernah menghiasi rumah orang tua saya. Ada radio tape JVC dan motor tua. Tokonya dihiasi lampu lampion khas dari negeri Tiongkok. Dekorasi ini sepertinya tidak bersinggungan sedikit pun dengan sejarah benteng tua.

Saya kira, ide untuk merestorasi benteng ini adalah ide yang cemerlang. Restorasi bangunan ini adalah tahap pertama.

Tahap selanjutnya adalah mengisi bangunan ini dengan memorabilia sejarah yang sesuai dengan sejarah benteng. Misalnya, menyediakan guide yang paham betul tentang sejarah benteng ini dan cerita-cerita yang terjadi sepanjang bangunan ini berdiri.

Dalam kunjungan saya kemarin, saya tidak mendapati satu guide pun yang siap untuk bercerita. Agar lebih menarik, tambah juga instalasi multimedia dan diorama yang interaktif sehingga pengunjung betah berlama-lama untuk mendapatkan cerita sampai puas.

Tak lupa, siapkan spot foto dengan latar belakang yang sesuai dengan sejarah benteng ini, bukan spot berfoto dengan burung hantu. Saat ini, saya kira pemugaran Fort Willem masih ada di tahap pertama.

Fort ini baru saja dipugar dan dibuka kurang dari satu tahun. Membutuhkan waktu dan biaya untuk merenovasi dan mengisi konten Fort William, sehingga kunjungan dari wisatawan lebih terasa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.