Renungan Harian Kristen Markus 15:8-9, Cari Aman Demi Kekuasaan
Alpen Martinus April 01, 2026 06:35 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Teladan Yesus Kristus masih tetap ada di dalam dunia.

Mesi Ia sudah terangkat ke surga.

Teladannya bisa kita baca dalam Alkitab. Setelah itu kita renungkan dan lakukan.

Baca juga: Renungan Malam Kejadian 3:1-10, Seharusnya Anda Malu

Berikut renungan harian Kristen berjudul Cari Aman Demi Kekuasaan

Bacaan Alkitab dalam Markus 15:8-9.

Pilatus sebagai gubernur atau wali negeri, memiliki kewenangan untuk mengadili rakyatnya. Pilatus juga tahu bahwa Yesus, terbukti tidak bersalah.

Dia adalah orang benar. 

Semua tuntutan yang diajukan oleh para saksi adalah dusta. Hanya bualan semata.

Hanya narasi tanpa bukti. 

Semua hanya fitnahan, tuduhan tanpa dasar dan bukti yang menguatkan. 

Itulah sebabnya, sebelum menjatuhkan hukuman, dia mengirim Yesus kepada Herodes, untuk diperiksa dan diadili. 

Tetapi Herodes juga sama dengn Pilatus, tidak menemukan kesalahan apalagi kejahatan yang dilakukan Yesus setimpal dengan hukuman mati.

Herodes pun mengembalikan Yesus kepada Pilatus untuk diadili.

Tetapi, Pilatus tetap tidak menemukan kesalahan atau pelanggaran hukum yang dilakukan Yesus. 

Apalagi dia telah diperingatkan oleh isterinya. 

Sebab dalam mimpi, isterinya sudah diperingatkan untuk tidak mengadili Yesus, karena Dia adalah orang benar. 

Pilatus juga tahu bahwa para imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi mendakwa Dia karena dengki. 

Mereka memanipulasi fakta dan mengajukan saksi dusta dengan menyampaikan keterangan palsu, untuk meyakinkan kebohongan sekaligus kebrutalan mereka.

Dalam hatinya, Pilatus ingin membebaskan Yesus.

Tetapi, dia takut dengan orang banyak. Dan yang paling penting, dia takut kehilangan jabatan. 

Kekuasaannya terancam, jika terjadi kekacauan. 

Itulah sebabnya juga dia menjalin kerjasama dengan Herodes, supaya jabatan mereka aman. 

Padahal, sebelumnya keduanya bermusuhan. 

Tetapi, karena Pilatus menghargai kekuasaan Herodes, maka Herodes menaruh hormat dan mereka berdamai.

Sehingga masalah bagi Pilatua tinggal berhadapan dengan massa yang sudah beringas dan brutal.

Dia tahu bahwa jika dia memaksakan kehendak untuk membebaskan Yesus, risikonya terjadi huru hara di wilayahnya. 

Artinya, jika wilayahnya kacau, maka jabatannya terancam. 

Kekuasaannya akan diambil dan diserahkan kepada orang lain.

Jadi, demi rasa aman, dan kelanggengan kekuasaannya, mau tidak mau, suka tidak suka, dia harus memenuhi keinginan orang banyak itu. 

Untuk menjaga integritasnya sebagai seorang pemimpin yang baik, maka dia membuat siasat seakan-akan putusan hukuman mati bagi Yesus, bukan dari dia, tetapi karena desakan orang banyak.

Markus menjelaskan bahwa berdasarkan kebiasaan, di setiap perayaan Paskah, selalu dibebaskan seorang penjahat dari hukuman penjara.

Di sana ada Barabas yang jahat dipenjara karena membunuh dan memberontak.

Jelas ini adalah bagian dari skenario cuci tangan Pilatus, agar dia tidak bersalah dan melemparkan tanggungjawab kepada orang banyak itu. 

Dengan demikian, dia terlindung dari anggapan atau tuduhan sebagai pemerintah yang tidak adil.

Orang banyakpun meminta agar kebiasaan itu diteruskan.

Skenario Pilatus jalan, rakyat menuntut. Maka dia mengajukan pertanyaan kepada orang banyak itu kalau siapa yang harus dibebaskannya, apakah Yesus yang disebut sebagai raja orang Yahudi, atau Barabas, si penjahat itu. 

Jelaslah apa kehendak rakyat. 

Sehingga Pilatus merasa nyaman. Jabatannya tidak terganggu, kekuasaannya berlanjut. 

Demikian firman Tuhan hari ini. 

Sahabat Kristus, terkadang demi keamanan dan kelanggengan jabatan dan kekuasaan, kita mengabaikan kebenaran.

 Demi kenyamanan hidup, kita mengabaikan bahkan meninggalkan Kristus.

Kita lebih takut dan taat pada manusia, lebih menyayangi jabatan dan kekayaan serta takut kehilangan apa yang kita miliki di dunia ini, seperti Pilatus. 

Dan kita suka cuci tangan dan mengorbankan orang lain, demi kenyamanan kita.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar kita tetap hidup dalam kebenaran, sepahit apapun risikonya.

Sebab Tuhan tidak akan meninggalkan kita, jika kita berharap, pasrah dan bersandar pada-Nya. 

Dialah yang akan membela dan menolong kita. 

Dia menyediakan segala sesuatu bagi kita, melebihi apa yang kita harapkan. 

Pikullah Salib. 

Tetaplah percaya bahwa Tuhan  akan melakukan yang paling baik dalam hidup kita, melebihi apa yang kita pikirkan. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.