BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Minat terhadap program studi (prodi) di bidang ekonomi dan kesehatan masih mendominasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Sebaliknya, ada beberapa prodi yang belum terisi penuh hingga menyisakan 20 kursi.
Hasil seleksi diumumkan sejak Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 WIB melalui laman resmi SNPMB. Dari total daya tampung 1.924 kursi, ULM menerima 1.904 mahasiswa baru. Sebanyak 611 di antaranya merupakan peserta dari jalur KIP-Kuliah.
Jumlah pendaftar pada SNBP tahun ini mencapai 12.033 peserta. Dari jumlah tersebut, 3.577 merupakan pendaftar KIP-Kuliah, 10.029 memilih ULM sebagai pilihan pertama, dan 6.724 sebagai pilihan kedua.
Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie menyebut, tingkat keketatan prodi dipengaruhi langsung oleh perbandingan antara jumlah pendaftar dan kuota yang tersedia.
Baca juga: Pecatan Polisi Pembunuh Mahasiswi ULM Terancam Hukuman Mati, Didakwa Pasal Berlapis
Baca juga: Asal Muasal Polisi Datangi Rumah Diduga Pesta LBGT di Kotabaru, Sebut Ada Cupang di Badan Satu Pria
“Kalau pendaftarnya banyak, sedangkan kuota yang tersedia tidak banyak, maka tingkat keketatannya tinggi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Pada pelaksanaan SNBP 2026, program studi S1 Farmasi tercatat sebagai yang paling ketat dengan rasio 1:38. Persaingan juga terlihat pada prodi lain di bidang kesehatan seperti Keperawatan (1:33), Kesehatan Masyarakat (1:32), serta Kedokteran (1:26). Selain itu, Ilmu Komputer juga masuk dalam kelompok prodi dengan tingkat keketatan tinggi dengan rasio 1:30.
Di sisi lain, dari segi jumlah peminat, program studi Manajemen menjadi yang paling diminati dengan 1.100 pendaftar. Disusul Akuntansi dengan 870 pendaftar, Kesehatan Masyarakat 822 pendaftar, Keperawatan 811 pendaftar, dan Kedokteran 780 pendaftar. Secara umum, peminat masih terkonsentrasi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
Meski persaingan berlangsung ketat di sejumlah program studi, tidak seluruh daya tampung terisi. Sebanyak 20 kursi tersisa karena masih ada beberapa program studi yang belum terpenuhi kuotanya.
“Kekosongan itu karena masih ada beberapa prodi yang tidak terisi secara utuh. Nanti akan dialokasikan untuk SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes),” kata Iwan.
Sebelumnya, dalam skema penerimaan mahasiswa baru 2026 yang ditetapkan SNPMB, ULM menyediakan daya tampung 3.291 kursi untuk SNBT dan 1.786 kursi untuk seleksi mandiri.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos SNBP 2026, diwajibkan melanjutkan ke tahap daftar ulang. Proses ini meliputi pengisian formulir Uang Kuliah Tunggal (UKT), pendaftaran dan pelaksanaan tes kesehatan serta Napza, hingga registrasi ulang yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 16 April 2026.
ULM mengimbau peserta yang telah diterima untuk segera menyelesaikan seluruh tahapan tersebut sesuai jadwal yang ditentukan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan memilih ULM. Kami imbau untuk segera daftar ulang dan menjalani proses selanjutnya. ULM insyaallah akan selalu memberikan yang terbaik dalam pendidikan mahasiswanya,” ujar Iwan.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)