Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Beredar vodeo kondisi air di Kolam Renang Pahoman Bandar Lampung berubah warna menjadi hijau pekat dan tampak tidak terawat sejak bulan Ramadan lalu.
Fasilitas yang menjadi pusat pembinaan atlet dan sarana olahraga masyarakat Lampung ini praktis tidak dapat digunakan selama beberapa pekan terakhir, baik pada area kolam berukuran 25 meter maupun 50 meter.
Akibat kondisi air yang keruh dan kotor tersebut, para atlet renang di Kota Bandar Lampung dikabarkan tidak dapat berlatih di lokasi tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari menyebut bahwa kondisi kolam yang memburuk tersebut bukan karena dibiarkan telantar, melainkan karena fasilitas olahraga tersebut memang sedang dalam proses pemeliharaan berkala.
Pihaknya juga langsung membantah rumor yang menyebutkan pemeliharaan kolam terhenti akibat tidak adanya ketersediaan anggaran operasional dari pemerintah daerah.
"Sebenarnya itu dedang pemeliharaan, lagi diproses untuk ngasih obatnya dulu, makanya sementara itu kita tutup dulu," ujar Meiry, Rabu (1/4/2026)
Diketahui, kondisi tidak terawatnya aset milik Pemerintah Provinsi Lampung ini sebelumnya dikeluhkan oleh sejumlah pelatih klub renang dan warga masyarakat setempat sejak bulan Ramadhan lalu.
Mereka menyayangkan buruknya pengelolaan tempat latihan tersebut karena sangat berdampak pada penurunan kualitas latihan para atlet senior hingga atlet bibit muda.
Bahkan, salah satu pelatih mengungkapkan kecurigaannya bahwa operasional kolam sengaja dibuka-tutup akibat ketiadaan dana perawatan rutin yang dikelola oleh Dispora Lampung dan UPT terkait.
"Sejak puasa kemarin, kolam tidak rutin diurus. Sempat buka beberapa hari lalu tutup lagi, katanya karena tidak ada anggaran (peliharaan)," ujar salah seorang pelatih renang yang enggan disebutkan namanya.
Menjawab hal ini, Dispora Lampung menyebut alasan penutupan sementara area rekreasi dan olahraga tersebut justru karena sedang pemeliharaan.
"Sebenarnya itu lagi pada pemeliharaan, lagi diproses untuk ngasih obatnya dulu, makanya sementara itu kita tutup dulu," ujar Meiry.
Terkait dengan dugaan miring mengenai mandeknya anggaran perawatan berkala untuk dua kolam latihan tersebut, Kadispora menegaskan dana pengelolaan dari Pemprov Lampung masih tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Ada-lah, ada (anggarannya)," Singkat Meiry.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )