TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso akhirnya harus menepati janjinya sendiri.
Setelah Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 menyusul kekalahan dramatis di play-off final melawan Bosnia dan Herzegovina, pelatih berusia 48 tahun itu kini dihadapkan pada janji yang pernah ia ucapkan, yakni mundur dan pergi jauh dari Italia.
Italia kalah 1-4 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga extra time di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Moise Kean sempat membawa Gli Azzurri unggul pada menit ke-15, namun Alessandro Bastoni diusir keluar lapangan pada menit ke-41.
Kemudian Bosnia menyamakan kedudukan lewat Haris Tabakovic di menit ke-79.
Di babak tos-tosan, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menjalankan tugasnya, sehingga Italia kembali gagal tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun (2018, 2022, dan 2026).
Sebelumnya, saat diangkat sebagai pelatih pada Juni 2025 menggantikan Luciano Spalletti, Gattuso pernah membuat pernyataan tegas.
"Saya akan menerima pujian jika saya mencapai target; kalau tidak, saya akan keluar dari Italia. Saya sudah tinggal cukup jauh, tapi saya akan pergi lebih jauh lagi," kata Gattuso saat itu, dikutip dari Football Italia.
Kini, janji tersebut kembali diungkit publik Italia.
Meski berhasil memenangkan empat laga awal dengan mencetak 16 gol, termasuk kemenangan 3-0 atas Israel, perjalanan Gattuso bersama Timnas berakhir pahit di babak play-off.
Usai kekalahan menyakitkan tersebut, Gattuso menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.
"Anak-anak ini tidak pantas mendapatkan ini, atas usaha, cinta, determinasi. Saya secara pribadi meminta maaf karena tidak berhasil, tapi anak-anak ini sudah habis-habisan," ujarnya.
Ia juga menyatakan kebanggaannya terhadap para pemain.
"Saya masih bangga kepada anak-anak. Kalau Anda menusuk saya pakai pisau hari ini, tidak ada yang akan mengalir, darah saya sudah habis," kata Gattuso.
"Itu penting untuk pergerakan sepakbola Italia dan rasanya sangat buruk tersingkir seperti ini," lanjutnya.
Baca juga: Gattuso Minta Maaf Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Tetap Bangga dengan Perjuangan Gli Azzurri
Kemudian terkait masa depannya, Gattuso sempat mengatakan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas kelanjutan kariernya.
"Kita lihat saja, tapi saya tidak pikir ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan masa depan saya atau siapa pun," ujar eks pemain AC Milan tersebut.
"Ini sepak bola, kadang membuat Anda merayakan, kadang membuat Anda menderita," ungkapnya.
Namun, janji untuk "pergi jauh dari Italia" yang ia ucapkan sebelumnya kini menjadi sorotan utama.
Banyak yang menagih komitmen tersebut, mengingat kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan pukulan telak bagi sepak bola Italia yang pernah menjadi juara dunia pada 2006.
Gattuso, yang dikenal sebagai pelatih berjiwa pejuang, meninggalkan warisan perjuangan keras meski hasil akhirnya mengecewakan.
Kini, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan publik menanti langkah selanjutnya dari sang pelatih yang pernah menjadi ikon AC Milan tersebut.
Apakah Gattuso akan benar-benar menepati janjinya dan meninggalkan negeri pizza untuk melanjutkan karier di luar Italia? waktu yang akan menjawabnya.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)