TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Penemuan jasad bayi yang terbungkus kantong plastik di depan masjid menggegerkan warga Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada Rabu (1/4/2026) pagi.
Warga menemukan jasad bayi tersebut dalam keadaan terbungkus kantong plastik hitam saat hendak melaksanakan shalat Subuh.
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga datang ke masjid dan melihat bungkusan mencurigakan di depan pintu.
AKP Sadoko mengatakan, saksi berinisial J datang ke masjid untuk mempersiapkan shalat Subuh sekitar pukul 05.40 WIB.
"Setibanya di pintu masjid, saksi melihat sebuah bungkusan mencurigakan berupa kantong plastik hitam yang terikat rapat," terang Sadoko dalam keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.com, Rabu.
Awalnya, saksi mengira bungkusan tersebut hanya sampah biasa.
Namun, ia mulai curiga setelah melihat secarik kertas yang menempel pada kantong tersebut.
"Tolong dimakamkan anakku Syalwa!!!" bunyi keterangan dalam kertas tersebut.
Saksi kemudian memanggil jemaah lain yang datang ke masjid untuk memastikan isi bungkusan tersebut.
"Bersama-sama, mereka memeriksa bungkusan tersebut," kata Sadoko.
Warga lalu membuka kantong plastik itu dan menemukan sesosok bayi perempuan yang sudah tidak bernyawa.
Warga bernama Jawadi (58) juga melihat bungkusan tersebut lebih awal saat datang ke masjid sekitar pukul 04.00 WIB.
"Saya datang ke Masjid sekitar jam 4 subuh, waktu sampai saya lihat ada bungkusan plastik hitam, saya tidak buka plastiknya," papar Jawadi, dikutip dari Tribun Pontianak, Rabu.
Ia mengaku tidak menaruh curiga dan mengira bungkusan tersebut berisi ayam.
"Saya tidak tahu menahu mengapa ada plastik hitam di situ, pertama saya mengira hanya berisi ayam, tapi kantongnya tertutup," katanya.
Jawadi bahkan sempat memindahkan bungkusan tersebut dari depan pintu ke samping masjid.
"Saya lalu sempat memindahkan bungkusan itu yang awalnya di tepi pintu saya pindahkan, saya tak tahu apa barangnya di dalam," ujarnya.
Usai shalat Subuh, warga lain yang penasaran kemudian membuka bungkusan tersebut dan menemukan bayi di dalamnya.
Setelah penemuan tersebut, warga melaporkan kejadian ini kepada aparat desa dan kepolisian.
Sadoko mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
"Setelah mendapat laporan, kami segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengumpulkan barang bukti yang diperlukan," ungkapnya.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat penemuan berlangsung.
Petugas kemudian mengevakuasi jasad bayi ke RSUD Sambas untuk keperluan visum.
Saat ini, pihak berwajib melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku dan motifnya.
Ia menegaskan, polisi tidak menutup kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor melalui call center Polri 110 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat.
Sumber: Kompas.com