Penulis : Esa Bayu Rianto
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menyambut kedatangan Dr. Jumana Elsamna pada 23 Januari 2026, membawa semangat dan kisah seorang akademisi Palestina dari Gaza ke dalam Program Turath.
Spesialis dalam kajian Hadis dan Sunnah ini menyelesaikan gelar PhD, magister, dan sarjana pertamanya di Islamic University of Gaza dalam bahasa Arab, diikuti gelar sarjana kedua dalam bahasa Inggris di University of Applied Sciences di Gaza.
Di FSI UIII, ia akan mengajar mata kuliah Alsunaan wa manahig almuhaddithin dan Islamic Studies in Western Academia, mengajak mahasiswa untuk mengkaji teks-teks klasik sekaligus diskursus akademik kontemporer.
Dr. Elsamna menggambarkan dirinya sebagai sosok yang berakar pada tradisi, digerakkan oleh masa kini, dan berorientasi pada masa depan.
Baginya, kajian Hadis dan Sunnah bukan sekadar upaya melestarikan teks, melainkan melacak bagaimana pengetahuan telah ditransmisikan, diverifikasi, dan diinterpretasikan lintas abad, serta bagaimana pengetahuan tersebut tetap relevan menjawab pertanyaan otoritas dan makna di masa kini.
Risetnya berupaya menunjukkan bagaimana tradisi pengetahuan Islam dapat berdialog dengan kerangka akademik modern tanpa kehilangan integritasnya, sebuah perhatian yang ia anggap vital di tengah misrepresentasi Islam dan fragmentasi intelektual.
"UIII, khususnya FSI, menarik bagi saya karena menawarkan ruang di mana standar akademik bertemu dengan tradisi Islam dan di mana prinsip wasatiya keseimbangan dan moderasi memandu kehidupan keilmuan," kata Jumana.
Ia juga tertarik dengan keberagaman tubuh mahasiswa UIII, melihatnya sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan ruang kelas yang inklusif namun tetap ketat secara intelektual, di mana mahasiswa merasa aman untuk bertanya dan berpikir mendalam.
Selain mengajar, ia berharap dapat membangun jaringan yang menghubungkan akademisi di dunia Muslim dan akademia Barat melalui riset kolaboratif dan seminar, serta mengembangkan publikasi dan sumber pengajaran yang membuat debat Hadis yang kompleks dapat diakses mahasiswa di berbagai tingkat.
Di luar kelas, Dr. Elsamna mengisi ulang energinya dengan berjalan kaki dan menghabiskan waktu bersama keluarga, dan ia menemukan bahwa mengajar sendiri bisa menjadi kegiatan yang memberi energi ketika menjadi dialog bermakna, bukan sekadar ceramah searah.
"Ambillah studimu dengan serius, karena setiap usaha akan berbuah suatu hari nanti bukan hanya untuk hidupmu sendiri, tetapi insya Allah juga untuk umat Muslim yang lebih luas," pesannya kepada para mahasiswa.
Ia datang ke FSI UIII tidak hanya siap untuk mengajar, tetapi juga untuk belajar bersama mahasiswanya saat mereka menavigasi titik temu antara tradisi dan dunia modern.