Rekam Jejak Deddy Sitorus Desak Gibran Segera Berkantor di IKN: Jangan Keenakan di Jakarta
Evan Saputra April 01, 2026 06:26 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Inilah rekam jejak Deddy Sitorus, mengusulkan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah menteri segera mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Deddy Sitorus adalah Anggota Komisi II DPR RI.

Ia mendesak agar Gibran bersama menteri segera bertolak ke Kalimantan Timur.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (30/3/2026).

Deddy menegaskan bahwa gedung-gedung pemerintahan yang telah selesai dibangun di IKN harus segera dimanfaatkan agar tidak terbengkalai dan menghindari pemborosan anggaran perawatan.

Baca juga: Isu Wapres Gibran Rakabuming Akan Segera Berkantor di IKN, Kepala Otorita: Baru Persiapan

"Saya berharap Pak, supaya gedung-gedung itu tidak rusak, dana maintenance terbuang, kenapa tidak digunakan? Kalau tidak ada instansi pemerintah pusat yang mau menggunakan, mungkin ada yang lain mau menggunakan misalnya gitu," ujar Deddy.

Politikus dari PDI Perjuangan itu kemudian mengusulkan agar Gibran dan sejumlah menteri mulai menempati kantor di IKN.

"Wakil presiden, Menteri Kehutanan, Menteri Desa, Menteri Transmigrasi sana dong tinggal. Uang negara itu barang. Jangan keenakan di Jakarta," tegas Deddy.

Ia menambahkan, membiarkan gedung-gedung kosong tanpa penghuni sama saja dengan menyia-nyiakan anggaran rakyat, karena biaya perawatan bangunan tetap harus dikeluarkan.

"Tolonglah diskusi dengan Pak Presiden dengan menteri-menteri yang ada supaya kita utilisasi Pak. Jahat kita sama rakyat barang berdiri nggak digunakan, uang dibakar untuk maintenance," ujarnya.

Sebagai langkah awal, Deddy mengusulkan agar kementerian mulai mengirim pejabat setingkat Direktur Jenderal (Dirjen) untuk menempati IKN secara bergiliran.

Ia menekankan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bisa menjadi pionir dalam penerapan skema ini.

"Nanti mungkin bisa dimulai dari salah satu kementerian dalam negeri, salah satu kedirjenan. Mungkin Pak Tito (Mendagri) mau menjadi apa namanya pionir Pak. Sayang banget Pak gedung-gedung itu Pak," jelas Deddy.

Langkah yang diusulkan Deddy Sitorus ini menunjukkan keseriusan parlemen untuk mempercepat pemanfaatan fasilitas di ibu kota baru, sekaligus menjadi sinyal awal transisi nyata dari pusat pemerintahan ke IKN.

Berikut adalah profil lengkap Deddy Sitorus dan rekam jejaknya di DPR RI.
 

Rekam jejak  Deddy Sitorus

Deddy Sitorus memiliki nama lengkap Deddy Yevri Hanteru Sitorus.

Ia lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) pada 17 November 1970.

Deddy merupakan lulusan S1 Pertanian Universitas Simalungun pada 1996.

Pada tahun 2006, ia berhasil meraih gelar Master of Arts dari Kingston University.

Sebelum menjadi anggota legislatif, ia berkecimpung di dunia bisnis.

Berbagai jabatan strategis pernah diembannya.

Suami dari Suriany itu tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris PT Takagama (2009–2018), Direktur Eksekutif PT Optima Consulting Network (2010–2012), serta Indonesia Country Representative Exclusive Analysis (Acquires by IHS) (2011–2013).

Dikutip dari Wikipedia, Deddy juga pernah menjadi Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast (2014–2017), Komisaris Independen PTPN III (Holding), (2017–2019), dan Komisaris Independen PT Berkah Multi Cargo (anak perusahaan Pelindo III) (2017–2019).

Ia kemudian melebarkan sayapnya ke dunia politik.

Pada 2019, Deddy berhasil melenggang ke Senayan melalui PDI-P, dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara.

Keberhasilan tersebut berlanjut pada periode berikutnya.

Pada 2024, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dengan perolehan 59.335 suara.

Di sisi lain, pria berusia 55 tahun itu juga aktif dalam berorganisasi.

Ia menjadi Pendiri dan Presidium Koalisi Anti Utang (2000–2001) serta Komunitas Aksi Solidaritas Buruh Indonesia (1998–2000).

Riwayat Pendidikan:

SD Perguruan Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar (1983)
SMP Negeri 4 Pematangsiantar (1986)
SMA Negeri 3 Pematangsiantar (1988)
S-1 Sarjana Pertanian, Universitas Simalungun (1996)
S-2 Master of Arts, Kingston University (2006)
Karier:

Komisaris Independen PT Berkah Multi Cargo (anak perusahaan Pelindo III) (2017–2019)
Komisaris Independen PTPN III (Holding), (2017–2019)
Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast (2014–2017)
South East Asia Researcher IHS - Exclusive Analysis (2013–2018)
Komisaris PT Optima Consulting Network (2012–2014)
Indonesia Country Representative Exclusive Analysis (Acquires by IHS) (2011–2013)
Direktur Eksekutif PT Optima Consulting Network (2010–2012)
Komisaris PT Takagama (2009–2018)
Organisasi:

Pendiri dan Presidium Koalisi Anti Utang (2000–2001)
Indonesia Representative, South East Council for Food Security and Fair Trade (SEACON) (1999–2001)
Pendiri dan Presidium Komunitas Aksi Solidaritas Buruh Indonesia (1998–2000)
Indonesia Representative, Friends of The Earth (1998–1999)
Indonesia Representative, Asian NGO Coalition on Rural Development and Agrarian Reform (ANGOC) (1998–2001)
Indonesia Representative, International Council on Social Welfare (ICSW) (1998–1999)

Harta Kekayaan Deddy Sitorus

Deddy Sitorus tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp27.651.925.944 atau Rp27,6 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 25 Februari 2025.

Harta terbanyaknya berasal dari kas dan setara kas sebesar Rp15.425.298.586 atau Rp15,4 miliar.

Sumber harta terbanyak kedua milik Deddy berasal dari 8 aset tanah dan bangunan senilai Rp9,9 miliar.

Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan Deddy Sitorus:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 9.922.071.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 204 m2/219 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 2.000.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 30 m2/30 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 414.071.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 56 m2/56 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 2.250.000.000

4. Tanah Seluas 561 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000.000

5. Tanah Seluas 538 m2 di KAB / KOTA BULUNGAN, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000

6. Tanah Seluas 2.500 m2 di KAB / KOTA KOTA TARAKAN , HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000

7. Tanah Seluas 2.500 m2 di KAB / KOTA KOTA TARAKAN , HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000

8. Tanah Seluas 4.000 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp. 108.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 2.175.000.000

1. MOBIL, HYUNDAI CRETA Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 180.000.000

2. MOTOR, ITALJET DRAGSTER Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000

3. MOTOR, QUADRO QOODER Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000

4. MOBIL, TOYOTA APLHARD Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 700.000.000

5. MOBIL, HYUNDAI IONIC 5 Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000

6. KAPAL LAUT/PERAHU, KAPAL KAPAL SPEED BOAT Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 15.425.298.586

F. HARTA LAINNYA Rp. 129.556.358

Sub Total Rp. 27.651.925.944

III. HUTANG Rp. ----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 27.651.925.944

(Tribunnews.com/Wartakota/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.