Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 1.052.403 orang menggunakan kereta api dari Jakarta menuju stasiun tujuan di Pulau Jawa pada masa angkutan Lebaran 2026.
"Terdiri dari 934.831 penumpang KA jarak jauh dan 117.572 penumpang KA lokal pada masa angkutan Lebaran 2026," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo di Jakarta, Rabu.
Selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan total kapasitas 1.083.674 tempat duduk untuk perjalanan kereta api jarak jauh, dengan tingkat okupansi mencapai 86 persen.
Hal itu, kata dia, menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan kereta api oleh masyarakat selama masa Angkutan Lebaran.
Secara tren, volume penumpang menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada Angkutan Lebaran 2024, penumpang kereta api tercatat sebanyak 915.466 orang, kemudian meningkat menjadi 1.016.977 penumpang pada 2025.
"Secara kumulatif, angka tersebut tumbuh 15 persen dibandingkan 2024 dan masih mencatat pertumbuhan 3,5 persen dibandingkan 2025," kata Franoto.
Adapun dari jumlah penumpang kereta api tahun ini, sebanyak 277.572 orang memanfaatkan promo potongan diskon 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial, yang berlaku pada periode perjalanan 14 - 29 Maret 2026.
Sementara itu, 48.081 penumpang memanfaatkan promo Silaturahmi potongan diskon 20 persen yang berlaku untuk kelas eksekutif dengan periode perjalanan 25 Maret hingga 1 April 2026.
Dari sisi operasional, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 2.213 perjalanan kereta api, terdiri dari 1.496 KA reguler jarak jauh, 281 KA tambahan dari Gambir, 138 KA tambahan dari Pasar Senen, 56 KA Motor Gratis (Motis), serta 242 KA perkotaan.
Sementara itu, dari sisi kinerja ketepatan waktu keberangkatan atau On Time Performance (OTP) tercatat mencapai 99,44 persen dan OTP kedatangan sebesar 98,08 persen.
“Keberhasilan Angkutan Lebaran tahun ini tidak terlepas dari kesiapan KAI dalam aspek sarana, prasarana, dan sumber daya manusia. Kolaborasi yang kuat antara KAI, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran operasional," kata Franoto.





