SRIPOKU.COM, PALEMBANG - PT Hutama Karya (Persero) mencatat tingginya mobilitas masyarakat di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode mudik dan balik Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan data trafik selama periode tersebut, total kendaraan yang melintasi ruas tol operasional dan fungsional mencapai lebih dari 3,3 juta kendaraan.
Terdiri dari 3,16 juta kendaraan (periode 13-30 Maret 2026) di ruas tol operasional dan lebih dari 173 ribu kendaraan di ruas tol fungsional (periode 13-30 Maret) untuk Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 dan periode 13-29 Maret 2026 untuk Tol Palembang– Betung.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan bahwa secara umum, trafik pada ruas tol operasional mengalami peningkatan sebesar 84 persen dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal.
“Secara umum, arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di JTTS berjalan lancar," kata Iwan melalui keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan data harian trafik, puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan total lebih dari 194 ribu kendaraan.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari ruas operasional sebanyak lebih dari 183 ribu kendaraan dan lebih dari 11 ribu kendaraan di ruas tol fungsional.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 23 Maret 2026 dengan total lebih dari 264 ribu kendaraan.
"Jumlah 264 itu akumulasi dari 251 ribu kendaraan ruas operasi dan lebih dari 12 ribu kendaraan ruas fungsional," jelas Iwan.
Dari sisi pertumbuhan terhadap VLL normal, peningkatan tertinggi pada ruas operasional tercatat di Tol Sigli-Banda Aceh sebesar 236 persen.
Sementara itu, pada ruas tol fungsional, Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum-Padang Tiji) mencatat trafik dengan total lebih dari 86 ribu kendaraan.
Sedangkan Tol Palembang-Betung (Kramasan-Pangkalan Balai) dilintasi sebanyak lebih dari 86 ribu kendaraan.
"Kehadiran ruas fungsional ini turut membantu mendistribusikan arus kendaraan dan memberikan alternatif perjalanan yang lebih lancar bagi pengguna jalan selama periode Lebaran," papar Iwan.
Menurut Iwan, tingginya mobilitas ini juga ditopang oleh semakin luasnya konektivitas JTTS yang kini semakin terintegrasi dan menjangkau lebih banyak wilayah strategis di Sumatera.
Kesiapan infrastruktur, personel operasional, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga layanan tetap optimal selama periode trafik tinggi.
“Evaluasi dari penyelenggaraan tahun ini akan menjadi pijakan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan jalan tol yang semakin andal, aman serta nyaman bagi masyarakat,” tutup Iwan.