SRIPOKU.COM, MUARA ENIM — Sejumlah sekolah di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim hingga kini belum menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun lokasinya berada di kawasan strategis dalam radius pusat kota.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (1/4/2026), SD Negeri 8 Muara Enim dan SMP Negeri 3 Muara Enim berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera dan hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Kantor Bupati Muara Enim.
Namun, kedua sekolah tersebut belum menerima program MBG sejak pertama kali digulirkan.
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Muara Enim, Ruslaili, mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali didata terkait jumlah siswa dan guru, namun realisasi program belum juga dilakukan.
“Sejak awal program berjalan, siswa kami belum pernah menerima MBG. Padahal pendataan sudah beberapa kali dilakukan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Muara Enim, Gunawan.
Ia menyebutkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan terkait pelaksanaan program di sekolahnya, meskipun jumlah siswa mencapai sekitar 300 orang.
Kondisi tersebut memunculkan kecemburuan sosial di kalangan siswa dan wali murid, mengingat sejumlah sekolah lain, termasuk yang berada di wilayah lebih jauh, sudah lebih dulu menerima manfaat program tersebut.
Salah satu wali murid, Febrianti, mengaku heran karena sekolah yang berada di pusat kota justru belum tersentuh program MBG.
“Kalau ini program nasional, seharusnya merata. Anak kami belum pernah mendapatkannya,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Muara Enim, Oktafian Muharsyah, menjelaskan bahwa kendala utama belum terlaksananya program di wilayah tersebut adalah belum tersedianya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Untuk Desa Karang Raja memang belum ada dapur SPPG, sehingga program MBG belum bisa berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari total potensi penerima MBG di Kabupaten Muara Enim sebanyak 180.951 orang, hingga Februari 2026 baru sekitar 54 persen yang telah terlayani.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan 61 unit SPPG, sementara saat ini baru tersedia 35 unit.
Pemerintah daerah berupaya mempercepat pembangunan SPPG agar program MBG dapat segera merata di seluruh wilayah, termasuk Desa Karang Raja.