Nasir Rurung Dukung Pembangunan PSEL di Antang
Muh Hasim Arfah April 01, 2026 07:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Angota DPRD Makassar, Nasir Rurung Tommo (Naruto), setuju dengan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Antang, Kecamatan Manggala.

Nasir Rurung sendiri berasal dari Daerah Pilihan (Dapil) IV, meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang.

Sebelumnya, PSEL direncanakan akan dibangun di Kecamatan Tamalanrea.

Pemkot Makassar menginginkan lokasi PSEL dibangun di TPA Antang, Kecamatan Manggala.

Ia mengatakan, jika proyek tersebut dipindahkan ke lokasi lain, maka harus memiliki dasar hukum yang kuat serta pertimbangan yang rasional.

“Kalau dipindahkan ke tempat lain, apa dasar hukumnya? Ini harus jelas, karena semua perencanaan sudah disiapkan sejak awal,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: TPA Antang Belum Dikelola Maksimal, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar Kasrudi Soroti DLH

Adapun kata Politisi Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, akan terjadi pembengkakan anggaran jika lokasi PSEL dipindahkan dari TPA Antang. 

Biaya operasional pengangkutan sampah ke lokasi baru, kata dia, dapat mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun.

“Kalau di luar TPA, biaya operasional pemindahan sampah bisa mencapai sekitar Rp20 miliar per tahun. Ini tentu menjadi beban tambahan bagi pemerintah,” ujarnya.

Lokasi TPA Antang, lanjut Naruto, justru lebih layak karena memiliki ketersediaan lahan yang luas serta dukungan infrastruktur yang telah direncanakan sebelumnya.

Saat ini, kata Anggota Komisi A itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi Kota Makassar.

"Kota Makassar butuh solusi pengolahan sampah, termasuk pembakaran sampah yang bisa diolah menjadi energi,” ungkapnya.

Ia berharap proyek PSEL dapat segera direalisasikan, baik dalam bentuk pembangkit listrik maupun teknologi pengolahan lainnya yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.

“Kalau bisa diolah menjadi energi listrik, itu jauh lebih baik dan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Makassar,” jelasnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pemerintah pusat saat ini mendorong akselerasi proyek PSEL di berbagai daerah. 

Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Barusan kita mengikuti rapat koordinasi menyangkut perkembangan dan progres PSEL yang benar-benar di-push untuk akselerasi. Ini adalah perintah langsung Bapak Presiden agar proyek ini bisa berjalan lebih cepat dan lebih masif,” jelas Politisi Golkar ini. 

PSEL menjadi solusi strategis bagi kota besar yang menghadapi persoalan sampah, terutama daerah dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari. 

Makassar termasuk dalam daftar prioritas pengembangan proyek tersebut.

Pemkot Makassar usulkan lokasi PSEL di TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala. 

Lokasi tersebut dinilai paling strategis. TPA Tamangapa merupakan pusat pengelolaan sampah utama di Makassar.

Penempatan PSEL di area itu dianggap lebih efisien. 

Sebab, tidak memerlukan pemindahan sampah ke lokasi lain sehingga menghemat biaya operasional. 

Termasuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Aspek sosial juga jadi pertimbangan. 

Menurut Appi, kawasan tersebut telah lama difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir. 

Zona di TPA Tamangapa juga mendukung pembangunan fasilitas industri. 

Dengan begitu, pengembangan PSEL dapat terintegrasi.

"Semoga ini menjadi investasi yang bermanfaat, mampu menyelesaikan persoalan sampah, sekaligus memberikan dampak positif bagi Kota Makassar dan masyarakat," jelas mantan Bos PSM ini.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.