Fakta Baru! Belum Ada Mobil Impor India Masuk Koperasi Desa Merah Putih Wonogiri
Vincentius Jyestha Candraditya April 01, 2026 07:29 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Belum ada satu pun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Wonogiri yang menerima mobil pikap operasional impor dari India, meski pemerintah pusat menyebut distribusi kendaraan tersebut sudah dilakukan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Wonogiri, Wahyu Widayati, menegaskan hingga kini belum ada laporan resmi terkait penerimaan kendaraan tersebut di wilayahnya.

"Sampai saat ini, belum ada yang laporan secara resmi ke dinas. Belum ada," jelasnya, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Di Tengah Penyaluran Mobil Impor India ke KDMP, Kades di Karanganyar Berharap Terima Mobil Jepang

Padahal, dalam rapat koordinasi sebelumnya, KDMP yang telah menyelesaikan pembangunan fisik disebut akan difasilitasi kendaraan operasional.

Baru 72 KDMP yang Rampung Dibangun

Wahyu menyebut, hingga pekan lalu terdapat 72 KDMP di Wonogiri yang telah rampung 100 persen.

Sementara itu, 210 lainnya masih dalam tahap pembangunan, dan 12 KDMP belum memiliki lahan.

"Ada 72 yang sudah selesai 100 persen, cukup tinggi. Yang sedang proses pembangunan ada 210, 12 lainnya belum mendapat lahan. Total ada 294," paparnya.

Baca juga: 2 Koperasi Desa Merah Putih di Boyolali Dibobol Hari yang Sama, Sasar Kabel Listrik, Sudah Ditarget?

Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga telah berupaya membantu penyediaan lahan bagi KDMP yang belum memiliki lokasi pembangunan, termasuk dengan mengajukan permohonan penggunaan lahan milik provinsi maupun BUMN.

Salah satu contohnya berada di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, yang hingga kini belum memiliki lahan karena kondisi wilayah yang sudah padat penduduk.

"Dari pemkab sudah fasilitasi, bersurat minta izin. Ada lahan milik provinsi maupun BUMN. Masih menunggu dari. Diperbolehkan apa tidak, menunggu izin," ujarnya.

Nasib Serupa di Karanganyar 

Mobil impor dari India disebut sudah disalurkan ke desa-desa untuk digunakan Koperasi Desa Merah Putih di Indonesia.

Saat dikroscek TribunSolo.com, sebagian besar desa belum menerima mobil impor tersebut.

Bahkan banyak yang belum mengetahui informasi kapan mobil itu tiba.

Kepala Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Dwi Purwoto, mengaku belum menerima mobil impor untuk operasional KDMP.

Di sisi lain, Dwi berharap kendaraan yang digunakan operasional KDMP itu bukan dari India melainkan produk pabrikan dari Jepang.

"Belum, gerainya aja juga di sini belum dibangun,dan saya tidak tahu kapan mobil itu, ya mudah-mudahan bagian desa kami mobil dari jepang," kata Dwi Purwoto, saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Rabu (1/4/2026).

Bagi Dwi, mobil impor Jepang dianggapnya sudah teruji di Tanah AIr sehingga cocok untuk operasional KDMP.

Selain teruji, mobil impor jepang juga memiliki bengkel dan suku cadangnya yang banyak di Indonesia.

"Karena sudah teruji, jaminan sparepart dan bengkel resmi di semua daerah ada," kata dia.

Belum Ada Informasi Kapan Tiba

Hal serupa diungkapkan Kepala Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Maryanto.

Kepada TribunSolo.com, Maryanto mengaku tidak mengetahui kapan mobil impor itu tiba di desanya.

“Belum, Pak, belum ada info,” singkat Maryanto.

Kepala Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Agung Wijayanto, juga mengaku belum menerima mobil impor tersebut.

Ia juga menuturkan tidak mengetahui kapan mobil impor itu tiba.

ILUSTRASI. Bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari Klaten. Mobil pikap disebut sudah disalurkan.
ILUSTRASI. Bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari Klaten. Mobil pikap disebut sudah disalurkan. (TRIBUNSOLO.COM/Zharfan Muhana)

“Belum (mobil impor tiba) dan belum ada petunjuk (kapan mobil tiba),” ujarnya.

Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Maryono, mengaku belum menerima informasi terkait mobil impor KDMP tersebut.

Ia berharap mobil itu segera tiba dan bisa digunakan untuk operasional.

Baca juga: Mobil Impor dari India Disebut Sudah Disalurkan ke KDMP, Desa di Karanganyar Belum Terima

“Dereng niku dugine, kulo nggih ngarep-ngarep ngge muter-muter desa (belum datang itu, saya juga berharap untuk keliling desa),” kata Maryono.

Kepala Desa Harjosari, Kecamatan Karangpandan, Sutarso, menuturkan mobil impor itu belum tiba di desanya.

Ia mengaku tidak mengetahui sama sekali spesifikasi mobil yang akan didapat untuk operasional KDMP.

“Saya belum dapat info itu, bahkan barangnya seperti apa saya belum tahu,” ujarnya.

Pemerintah Sebut Sudah Disalurkan

Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, menyatakan truk dan pikap impor dari India sudah disalurkan ke Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Ia menyebut truk dan pikap tersebut diharapkan bisa digunakan untuk mendukung operasional koperasi.

“Sudah ada (truk dan pikap) yang disalurkan ke koperasi-koperasi desa Merah Putih dan rasanya sudah cukup memadai serta bisa digunakan untuk mendukung operasional koperasi,” kata Ferry di Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI, Jakarta, Senin (30/3/2026) dikutip dari Kompas TV.

Menurutnya, penyaluran 105 ribu truk dan pikap impor dari India itu dilakukan secara bertahap.

Baca juga: 81 Koperasi Desa Merah Putih di Boyolali Rampung, 17 Desa Terkendala Lahan

Ferry menjelaskan, begitu ada Kopdes Merah Putih yang sudah rampung bangunan fisik serta alat kelengkapannya, maka akan langsung dilengkapi sarana truk dan pikap.

Ia menyatakan pemerintah memprioritaskan industri otomotif nasional, tetapi tidak menutup kemungkinan melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan 80 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

Ferry menjelaskan, jika industri otomotif nasional nantinya tidak mencukupi semua kebutuhan, maka pemerintah akan mengimpor dari negara lain.

Ferry sebelumnya mengungkapkan Indonesia sudah mengimpor ribuan truk dan pikap dari India.

“Kemarin karena terlanjur impor jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya,” kata Ferry usai kegiatan halal bihalal DPS Syarikat Islam Jawa Barat di Masjid Al Jabbar Bandung, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan setiap koperasi nantinya akan mendapatkan satu kendaraan operasional berupa satu truk atau pikap, serta motor untuk mendukung distribusi barang dari desa ke luar atau sebaliknya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.