- Iran berencana menargetkan sistem internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat Elon Musk.
Menurut Iran, Starlink bukan sekadar layanan internet global, melainkan bagian dari infrastruktur teknologi yang berpotensi dipakai dalam konflik modern, khususnya dalam aspek komunikasi dan perang informasi.
Iran menilai Starlink bisa dimanfaatkan untuk membuka akses komunikasi di wilayah yang dibatasi atau mengalami pemutusan internet.
Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa melemahkan kontrol informasi negara, terutama di tengah situasi politik dan keamanan yang sensitif.
Dalam pandangan Iran, Stralink bisa membantu penyebaran informasi dari dalam negeri ke luar negeri tanpa pengawasan pemerintah.
Sehingga Iran menganggap Starlink sebagai sebuah ancaman terhadap stabilitas nasional.
Dilansir dari Armenia News pada Rabu (1/4), Iran khawatir Starlink dipakai untuk melakukan koordinasi jarak jauh di tengah konflik.
Oleh karena itu Starlink milik Elon Musk kini dianggap sebagai “target sah” dalam eskalasi konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Pemerintah Iran bahkan turut diketahui membatasi penggunaan layanan Starlink di dalam negeri.
Setiap aktivitas yang melanggar aturan tersebut dapat dikenakan sanksi berat, termasuk hukuman penjara.