TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan perkebunan lereng Watu Tumpuk, Pegunungan Muria, Rabu (1/4/2026) pagi.
Kerangka tersebut ditemukan tanpa identitas di area yang jauh dari permukiman.
Benda yang tinggal tulang belulang tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh seorang warga yang tengah membersihkan lahan garapannya di kawasan Perhutani.
Karena lokasi yang terpencil, keberadaan jenazah tidak terdeteksi sebelumnya.
Kepala Desa Sitiluhur, Suyuti, membenarkan adanya laporan penemuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh.
“Kerangka manusia ditemukan di blok Watu Tumpuk oleh pemilik lahan saat membersihkan kebun. Kondisinya sudah berupa tengkorak dan tulang,” ujar Suyuti saat ditemui pada Rabu sore.
Ciri fisik dan pakaian yang melekat
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kerangka tersebut diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter.
Meski sebagian besar tubuh telah menjadi tulang, petugas masih menemukan sisa jaringan kulit sekitar 20 sentimeter di bagian kepala sebelah kiri.
Selain tulang, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti berupa pakaian yang masih melekat pada kerangka, antara lain kaus berwarna putih, celana jins, serta sepasang sandal jepit berwarna merah.
Namun, petugas tidak menemukan dokumen identitas apa pun di sekitar lokasi.
“Tidak ada identitas sama sekali. Hanya pakaian yang masih melekat,” tambah Suyuti.
Warga sekitar mengaku tidak pernah mencium bau menyengat di area tersebut sebelumnya.
Hal ini diduga lantaran titik penemuan berada di area hutan yang jarang dilalui aktivitas warga sehari-hari.
Proses Identifikasi Polresta Pati
Saat ini, kerangka manusia tersebut telah dievakuasi oleh petugas gabungan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan guna proses identifikasi lebih lanjut.
Pihak kepolisian dari Polresta Pati juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi dan bukti-bukti di lapangan.
“Anggota sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal,” ujarnya singkat.
Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini masih terus berjalan.
"Iya benar saat ini masih dalam evakuasi," pungkasnya.
Sumber: Kompas.com