Hari Pertama WFH, BPBD Jatim Tetap Siaga Layani Edukasi dan Operasi SAR
Wiwit Purwanto April 01, 2026 10:08 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Di saat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Timur mulai menjalani Work From Home (WFH), Rabu (1/4/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim justru tetap siaga penuh.

Tak hanya tetap masuk kantor, BPBD Jatim juga tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari edukasi kebencanaan bagi pelajar hingga turun langsung dalam operasi pencarian korban tenggelam di Kabupaten Bangkalan.

Penerapan WFH di kantor BPBD

Pada hari pertama penerapan WFH, puluhan siswa tetap terlihat antusias mengikuti pembelajaran di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.

Sebanyak 74 siswa dari TK Anak Sholeh Sukodono, Sidoarjo, mendapat edukasi kebencanaan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Kunjungan ini merupakan kali kedua dari sekolah yang sama. Para siswa dikenalkan berbagai jenis bencana serta diajak praktik simulasi evakuasi, mulai dari gempa bumi hingga tsunami.

Baca juga: Khofifah Target WFH ASN Jatim Hemat 108 Ribu Liter BBM dan Kurangi Listrik Kantor

Di sisi lain, tugas kemanusiaan juga tetap berjalan. Tim BPBD Jatim turut diterjunkan dalam operasi pencarian dua korban tenggelam di Sungai Tunjung, Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Sejumlah personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim bergabung bersama Basarnas, BPBD Bangkalan, serta relawan untuk menyisir area sungai.

Dengan menggunakan perahu karet dan peralatan SAR, tim gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban, yakni Siti Ruqqiyah (35) dan Muhammad Ibrahim (8).

Tak hanya itu, aktivitas BPBD Jatim di hari yang sama juga mencakup kegiatan kelembagaan. Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto turut mendampingi kunjungan kerja Komisi A dan Komisi E DPRD DKI Jakarta di Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Kunjungan tersebut membahas pendalaman terkait fungsi dan kinerja Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) serta sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di Jawa Timur.

Baca juga: BPBD Jatim Cek Seluruh EWS Se-Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan di Cuaca Ekstrem

“Ini sesuai arahan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Kami tetap memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat, termasuk terlibat dalam operasi SAR korban tenggelam di Bangkalan,” ujar Gatot. 

Gatot menegaskan bahwa BPBD Jatim memang menjadi salah satu perangkat daerah yang tetap bekerja dari kantor meski kebijakan WFH diterapkan.

Ia juga menyebut, minat kunjungan ke Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim mengalami peningkatan setelah libur Lebaran.

“Selama pekan ini, empat hari berturut-turut ada jadwal kunjungan. Bahkan untuk besok, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 159 siswa,” pungkasnya. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.