- Kuasa hukum Ammar Zoni, Jon Mathias, mengungkap perkembangan terbaru penyusunan pleidoi kliennya di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026).
Jon Mathias menyebut, pleidoi yang disiapkan mencapai lebih dari 100 halaman dan dinilai telah memuat secara lengkap perjalanan hidup Ammar Zoni hingga terjerat kasus narkotika.
“Ya, pleidoi kami itu mungkin cukup banyak juga, ya 100 lebih lah. Karena kami juga didukung bukti-bukti,” kata Jon Mathias.
Ia menegaskan, pleidoi tersebut menjadi salah satu harapan besar bagi Ammar untuk mendapatkan putusan yang lebih ringan, bahkan peluang bebas.
“Kalau kami berkeyakinan, dengan pleidoi kami ini masih ada harapan, bisa juga mempunyai peluang untuk kebebasan,” ujarnya.
Tak hanya soal aspek hukum, pleidoi Ammar juga berisi kisah hidupnya secara mendalam, mulai dari perjalanan karier hingga kehidupan pribadinya.
Jon mengungkapkan, proses penulisan pleidoi itu berlangsung cukup emosional.
Ammar bahkan beberapa kali tak kuasa menahan tangis saat menceritakan masa lalunya.
“Dia pasti ya, dalam menyusun itu banyak nangis. Nanti saat membacakan juga, kalau melihat riwayat hidupnya, bisa sangat menyentuh,” jelas Jon.
Dalam pleidoi tersebut, Ammar menuliskan berbagai momen berat dalam hidupnya, termasuk kehilangan orang-orang terdekat yang memengaruhi kondisi mentalnya.
“Bagaimana dia kehilangan anaknya, kemudian adiknya meninggal, ibunya meninggal, sampai bapaknya meninggal saat dia butuh dukungan,” lanjutnya.
Meski begitu, Jon memastikan kondisi Ammar saat ini dalam keadaan sehat dan siap menghadapi sidang pembacaan pleidoi yang akan berlangsung besok di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026)
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: dharma aji yudhaningrat
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Fauzi Alamsyah