TRIBUN-TIMUR.COM - Ruas jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, segera dikerjakan.
Kecamatan Seko wilayah terpencil di Sulsel.
Jaraknya mencapai 550 kilometer dari ibu kota Sulsel, Makassar.
Akses menuju wilayah ini ekstrem.
Pengendara harus melintasi jalan berlumpur, tanah becek, berbatu, hingga jembatan kayu.
Kendaraan roda empat hanya mampu menjangkau Dusun Paladoan.
Perjalanan selanjutnya harus dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua.
Pembangunan jalan ini kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov Sulsel.
KemenPU mengalokasikan anggaran Rp48 miliar.
Sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar.
Saat ini, proyek masih dalam tahap penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
KemenPU mengerjakan proyek melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel.
Kontrak dengan pihak ketiga telah diteken sejak 19 Desember 2025.
Proses pengerjaan dari paket KemenPU disebut telah mulai berjalan.
Sementara itu, paket pekerjaan dari Pemprov Sulsel masih dalam tahap penerbitan SPPBJ.
"Rencana kontrak efektif mulai awal April," ujar Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Rosyadi, Senin (30/3/2026).
Akses menuju Seko sempat dibuka sepanjang 15,45 kilometer melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD).
Pada tahap awal, proyek akan mencakup pembangunan jalan beraspal serta penanganan titik-titik longsor.
Penanganan longsor dilakukan melalui pengerukan material dan perbaikan tebing secara bertahap.
KemenPU akan fokus pada peningkatan jalan eksisting.
Sementara Pemprov Sulsel menangani titik longsor yang menjadi hambatan utama mobilitas.
"Penanganan dilakukan pada segmen yang berbeda," jelasnya.
Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Sementara akses penuh hingga Seko direncanakan terealisasi secara bertahap hingga 2027.
Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, menyebut wilayah Seko membutuhkan penanganan khusus.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun serta topografi yang berat menjadi tantangan utama.
"Pengaspalan di sana memerlukan perlakuan khusus. Panjang totalnya masih dalam perhitungan," ujarnya.
Pembangunan ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Seko, Luwu Utara.(*)