Saber Lubang Jadi Senjata Utama Batang Kejar Lonjakan Wisata 2027
muslimah April 02, 2026 11:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Ambisi besar tengah disiapkan Kabupaten Batang untuk mengubah wajah daerahnya menjadi destinasi wisata unggulan pada 2027. 

Namun, alih-alih langsung bicara soal promosi atau pembangunan destinasi, pemerintah daerah justru memulai dari hal yang paling mendasar jalan mulus tanpa lubang.

Lewat program Saber Lubang (Sapu Bersih Lubang Jalan), Pemkab Batang menegaskan bahwa aksesibilitas menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Baca juga: Kunjungan Wisata ke Batang Selama Lebaran 2026 Menurun Hingga 10 Persen

Kepala Bepperida Batang, Bagus Pambudi, menyebut tahun 2027 sebagai titik krusial transformasi pembangunan daerah. 

Tema besar yang diusung, Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pengembangan Pariwisata, tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pendukung.

“Percuma punya destinasi bagus kalau aksesnya sulit. Wisata itu soal pengalaman dari berangkat sampai pulang. Maka jalan harus nyaman dulu,” kata Bagus kepada Tribunjateng, Kamis (2/4/2026). 

Sejumlah destinasi unggulan telah dipetakan untuk menjadi motor penggerak wisata Batang. Mulai dari Curug Genting, Puncak Tombo, Pantai Jodo, Bandar Ecopark, hingga kawasan Sigandu. 

Tak hanya itu, destinasi yang selama ini belum banyak tersentuh seperti Curug Gombong dan Selopajang juga mulai dilirik untuk dikembangkan.

Namun, strategi Batang tidak berhenti pada pengembangan lokasi wisata semata. 

Pemerintah daerah menyadari bahwa daya tarik wisata harus didukung oleh konektivitas yang baik. 

Di sinilah program Saber Lubang dan Batang Terang memainkan peran penting.

Selain memperbaiki jalan rusak secara masif, Batang juga memperkuat penerangan jalan umum (PJU) guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan, baik bagi wisatawan maupun warga lokal.

“Wisata itu hidup kalau infrastrukturnya mendukung. Jalan bagus, lampu terang, orang akan datang dan betah,” ungkapnya. 

Lebih jauh, Pemkab Batang telah menyiapkan delapan program strategis sebagai fondasi pembangunan 2027. 

Program tersebut tidak hanya menyasar sektor pariwisata, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, hingga layanan dasar masyarakat.

Program seperti Daker (Dapat Kerja) diarahkan untuk menekan pengangguran, sementara pengembangan kawasan penyangga di wilayah Gringsing, Banyuputih, dan Limpung diproyeksikan menjadi simpul pertumbuhan baru. 

Di sisi lain, peningkatan kapasitas pengelolaan limbah dan layanan pendidikan serta kesehatan tetap menjadi prioritas agar pembangunan berjalan seimbang.

Tak ketinggalan, rencana pengembangan transportasi modern seperti angkutan massal Trans Jateng juga masuk dalam peta besar konektivitas Batang ke depan.

Melalui pendekatan yang terintegrasi antara infrastruktur dan pariwisata, Batang optimistis mampu menciptakan efek domino ekonomi yang signifikan.

“Kalau akses sudah terbuka, wisata bergerak, ekonomi ikut tumbuh. Itu yang sedang kita kejar menuju Batang Terang 2027,” pungkasnya. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.